Breaking News:

Tekan Penyebaran Covid-19 di Keramaian, Kubu Raya Bakal Gunakan Alat GeNose C19

Dan dalam penggunaannya nanti, kata Marijan akan difokuskan pada titik-titik kegiatan yang berpotensi akan mengundang keramaian.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Guna memaksimalkan pencegahan dan pengendalian virus Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Bupati Muda Mahendrawan baru-baru ini telah memesan langsung alat deteksi Covid-19 GeNose C19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dan rencananya, pada 15 Februari 2021 mendatang, alat pendeteksi Covid-19 itupun akan selesai di produksi, dan dapat digunakan di Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan menyampaikan bahwa, setidaknya ada 6 unit alat GeNose C19 yang telah dipesan.

Dan dalam penggunaannya nanti, kata Marijan akan difokuskan pada titik-titik kegiatan yang berpotensi akan mengundang keramaian.

"Iya, sesuai arahan bapak bupati, nantinya pun alat ini akan digunakan untuk kegiatan kegiatan yang berpotensi mengundang keramaian," ungkap Marijan kepada Tribun, pada Senin 8 Februari 2021.

Bupati Muda Pesan GeNose C19 di UGM untuk Screening Covid-19 di Kubu Raya

Adapun yang dimaksudkan Marijan sebagai kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundang ialah seperti, penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), kegiatan keagamaan, maupun pertemuan-pertemuan kedinasan.

Dirinya pun menilai, dengan penggunaan GeNose C19 ini akan sangat membantu pemerintah dalam screening Covid-19 khususnya diwilayah Kabupaten Kubu Raya.

Sebab diketahui, GeNose dapat mendeteksi Covid-19 melalui hembusan nafas dalam waktu sangat cepat, yakni sekitar 80 detik.

Selain deteksi cepat dengan akurasi tinggi, alat ini juga sangat ekonomis. Di mana satu unit GeNose seharga Rp 40 juta dapat digunakan untuk 100 ribu pemeriksaan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved