Identitas Wanita Tertancap Bambu Terungkap, Pelaku Diduga Orang Dekat Korban
Saat ditemukan, jenazah dalam keadaan telungkup dengan kondisi sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk.
Ayah Weni selama ini telah meninggal dunia. Sedangkan sang ibu bekerja menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.
Terakhir kali terlihat Weni selama ini tinggal di rumah peninggalan orangtuanya di Kampung Ciloa, Desa Sindangratu Kecamatan Wanaraja.
Yuyu mengatakan bahwa korban terakhir kali terlihat pada Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.
Dengan kata lain, sebelum mayatnya ditemukan, keluarga telah mencari korban yang tiga hari menghilang.
Di hari Selasa, sebelum menghilang, keluarga sempat menghubungi korban pukul 13.00 WIB.
"Setelah jam satu siang, handphone-nya sudah tidak bisa dihubungi, besoknya keluarganya mulai melakukan pencarian," kata dia.
Pada Jumat (5/2/2021), warga di Kampung Muncang dikejutkan dengan penemuan mayat di bantaran Sungai Cimalaka.
Mayat Weni ditemukan oleh seorang pencari kayu bakar yang mula-mula mencium bau menyengat.
Saat ditemukan, kondisi mayat Weni telungkup, membengkak dan berbau busuk.
Selain itu, bagian duburnya tertancap bambu sepanjang sekitar 60 sentimeter.
"Diperkirakan sudah 3 hari berada di lokasi ditemukan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat saat dihubungi, Jumat.
Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan pihaknya sudah menangkap seorang pelaku.
"Iya, pelaku sudah diamankan," jelas Benny singkar lewat aplikasi pesan.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, pelaku adalah pacar dari korban.
Saat ditangkap polisi, pelaku tengah terjerat kasus lain, yaitu pencurian.
"Iya kasus pencurian," kata dia. Polisi rencananya akan menggelar rilis kasus ini pada Senin (8/2/2021).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sosok Mayat Wanita Tertancap Bambu, "Resign" dari Tempat Kerja, Menghilang 3 Hari dan Dibunuh Pacar"
Editor : Pythag Kurniati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-bbc.jpg)