Tiga Ular Putih di Bali dan Penjelasan Sains Pecinta Reptil Oka Widiartana, Bukan Siluman Ular Putih
Meski terjadi kelainan pada warna, namun dari segi ukuran tubuh berkembang normal seperti ular sanca pada umumnya dan panjang bisa sampai 8 meter.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, DENPASAR - Legenda siluman ular putih menjadi mitos yang masih berkembang hingga sekarang.
Legenda Siluman Ular Putih adalah legenda tentang seorang siluman ular putih bernama Bai Suzhen yang jatuh cinta pada seorang pelajar bernama Xu Xian.
Cerita ini memiliki banyak versi sehingga bisa berbeda dari satu dan lainnya.
Setelah bertemu di jembatan Duan pada saat hujan turun, Xu Xian meminjamkan payungnya kepada Bai Su Zhen.
Keduanya jatuh cinta dan menikah.
Tak lama setelahnya pada saat Festival Peh Cun, Bai Suzhen tidak sengaja meminum arak yang membuatnya berubah kembali menjadi ular putih raksasa.
Bai Suzhen berusaha keras menolong suaminya dengan mengambil herbal dari Gunung Kunlun tetapi dihalangi oleh seorang pendeta.
• DENGAR Benda Jatuh di Kamar Mandi, Terkejut saat Buka Pintu Ular Sanca Kembang 3 Meter Meliuk-liuk
Ternyata tidak hanya di Negeri Tirai Bambu China.
Di Bali, mitos tentang hewan ular berwana putih masih dipercaya sebagai "lipi duwe".
Yakni ular yang dikeramatkan/disakralkan ataupun dikaitkan dengan hal mistis.
Baru-baru ini, tiga ular putih menetas di Denpasar, Bali dan menyita perhatian sejumlah orang.
Oka Widiartana, pemilik yang juga pecinta reptil, mengatakan ular putih tersebut mengalami kelainan genetik.
Hal ini juga menjadi edukasi kepada masyarakat yang masih awam.
Oka Widiartana berbicara dari sisi ilmu pengetahuan, bukan tentang mistis seperti cerita Legenda Siluman Ular Putih, melainkan.
Ia pun memastikan ular tersebut tidak ada keterkaitannya dengan siluman atau hal-hal berbau mitos.