BERBEDA dari Induknya 3 Ekor Ular Putih Menetas di Bali, Bantah Keterkaitan Siluman atau Mitos

Hal ini juga menjadi edukasi masyarakat yang masih awam, bahwa ular tersebut tidak ada keterkaitannya dengan siluman atau hal-hal berbau mitos

TRIBUN BALI/ADRIAN AMURWONEGORO
ULAR PUTIH - Penampakan ular putih yang baru menetas di Bali. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Legenda siluman ular putih menjadi mitos yang masih berkembang hingga sekarang.

Tak hanya di Negeri Tirai Bambu China. Di Bali, mitos tentang hewan ular berwana putih masih dipercaya sebagai "lipi duwe".

Yakni ular yang dikeramatkan/disakralkan ataupun dikaitkan dengan hal mistis.

Baru-baru ini, 3 ekor ular berwarna putih menetas di Denpasar, Bali.

ULAR KOBRA Bikin Geger di Awal Tahun 2021 Buat Bulu Kuduk Berdiri Ditemukan 21 Ekor & Panjang 1,7 M

Sang pemilik yang juga pecinta reptil, Oka Widiartana menerangkan bahwa ular putih tersebut merupakan kondisi mengalami kelainan genetik.

Hal ini juga menjadi edukasi masyarakat yang masih awam, bahwa ular tersebut tidak ada keterkaitannya dengan siluman atau hal-hal berbau mitos.

Rupanya, ular itu merupakan hasil breeding ular jenis reticulated python atau Sanca dan mengalami kelainan genetik.

Anakan yang dihasilkan memiliki warna yang berbeda dari indukannya.

“Bahasa pecinta reptil, ular ini termasuk kelainan genetik, perkawinan induk satu dengan induk lainnya hasilnya seperti ini, bisa dibilang cacat juga, keluarnya warna putih," jelas Oka saat dijumpai di rumahnya Jalan Diponegoro, Banjar Pekambingan, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, pada Jumat 5 Februari 2021.

Oka menyampaikan, kelainan genetik pada warna ularnya dinamakan leucistic disebabkan kurangnya lapisan pigmentasi.

"Jadi berbeda dengan albino. Orang awam bilang ular putih ini albino, sebenarnya tidak”.

“Albino dominan warnanya kuning digradasi warna putih, tapi kalau lucy atau leucistic ini dominan ke putih," papar dia.

DENGAR Benda Jatuh di Kamar Mandi, Terkejut saat Buka Pintu Ular Sanca Kembang 3 Meter Meliuk-liuk

Meski terjadi kelainan pada warna, namun dari segi ukuran tubuh berkembang normal seperti ular sanca pada umumnya hingga sepanjang 8 meter.

“Maksimalnya bervariasi, mungkin sampai 8 meteran, tergantung umurnya juga”.

“Karena ini baru lahir warnanya masih warna merah muda, setelah dewasa warnanya putih susu," tuturny.

Lebih lanjut ia menjelaskan, albino dan leucistic bisa dilihat dan dibedakan dari warna mata ular tersebut.

“Lucy ini warna matanya hitam, kalau albino warna matanya merah, disana perbedaannya kurang lebih," ucap dia.

Bayi ular putih yang tampak menggemaskan itu diberi makanan berupa anak tikus.

“Anak tikus yang baru lahir warna merah, jadi makanannya anak tikus itu," kata dia.

Oka menambahkan, di dalam perawatan sangat ular putih ia sangat detail, sebab suhu kandang ular harus tetap stabil.

“Mungkin dari suhunya, ditempatkan pada suhu ruangan karena ukurannya masih bayi, masih rentan, jadi suhunya lebih dijaga," ucapnya.

Lebih jauh, Oka menceritakan minatnya pada ular berawal dari orang tuanya yang juga suka memelihara ular, sehingga ia lebih mendalami pengetahuan tentang hewan jenis reptil ini.

“Saya lebih suka ular tidak berbisa, contohnya ular python atau reticulatus, orang bilang bisa sanca batik atau sanca kembang," ungkapnya.

Heboh Video Ular Gigit Kaki Manusia Sebelah Kiri Diduga Terjadi Saat Banjir di Kalimantan

Untuk sampai tahap mengawinkan ular atau breeding, ia mengaku bereksperimen dari ular sanca yang dimiliki.

“Sebenarnya coba-coba, jadi dicoba dikawinkan satu pasang dan ternyata berhasil, karena penasaran ingin mengawinkan," beber dia.

Dari perkawinan tersebut menghasilkan 40 butir telur, namun yang menetas sempurna hanya 10 ekor, hal tersebut disebabkan faktor cuaca dan indukan betina yang stres.

“Dari 10 ekor itu keluar warna putih ini 3 ekor dan sisanya seperti induknya," beber dia.

Bayi ular putih tersebut apabila tumbuh dan berkembang dengan sehat bakal terus ia pelihara dan ia membuka kesempatan adopsi bagi komunitas pecinta reptil lainnya yang ingin memelihara.

“Hasil anakan ini saya pelihara, sebagian antar komunitas saling sharing kalau ada yang minat saya akan adopsi," pungkas Oka.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Tiga Ekor Bayi Ular Putih Menetas di Denpasar Bali, Seperti Ini Penampakannya

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved