Breaking News:

Polsek Meranti Temukan 8 Set Alat PETI Ditinggal Pekerjanya

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan tentang maraknya kegiatan PETI di wilayah Dusun Peluntan, Desa Meranti.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Alfon Pardosi
Polsek Meranti saat menemukan alat-alat PETI yang sudah ditinggal pekerjanya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dalam menindaklanjuti maraknya pertambangan liar atau Ilegal Mining di wilayah Kecamatan Meranti.

Kepolisian Sektor Meranti bersama Babinsa Meranti dan Pemerintah Kecamatan Meranti serta tokoh adat Desa Meranti.

Mendatangi lokasi Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Dusun Peluntan, Desa Meranti, Kecamatan Meranti pada Selasa 2 Februari 2021.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya laporan tentang maraknya kegiatan PETI di wilayah Dusun Peluntan, Desa Meranti.

Kapolres Landak Ade Kuncoro Tegaskan untuk Hentikan Aktivitas PETI

Kapolsek Meranti Ipda Hendra Setyawan yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan ada ditemukan 8 set mesin yang sedang tidak berkerja

Sehingga tidak ditemukan adanya para pekerja PETI di wilayah pertambangan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, tim yang dipimpin Kapolsek Meranti mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk melakukan penambangan emas tanpa ijin.

"Kegiatan PETI ini jelas sudah melanggar aturan serta dapat menimbulkan gangguan keamanan mau pun kerusakan terhadap lingkungan nantinya," terang Ipda Hendra.

Kapolsek juga menegaskan, pihak TNI/Polri bersama Pemerintah Kecamatan dan tokoh setempat akan terus memberikan himbauan terhadap para penambangan ilegal khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Meranti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved