Dukung Program Vaksinasi Covid-19, Musa Ajak Kepala Desa Bangun Edukasi Masyarakat
Upaya inipun dilakukan dirinya untuk membantu memberikan keyakinan kepada masyarakat, agar dapat mendukung program vaksinasi Covid-19 ini.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Kepala Desa Parit Baru, Musa Abdul Hamid mengajak Kepala Desa lainnya, untuk dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pelaksanaan program Vaksinasi Covid-19.
Musa sendiri, saat ini menjadi kepala desa pertama yang telah diberikan penyuntikan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kubu Raya, pada Minggu 17 Januari 2021.
Upaya inipun dilakukan dirinya untuk membantu memberikan keyakinan kepada masyarakat, agar dapat mendukung program vaksinasi Covid-19 ini.
Baca juga: Bupati Kubu Raya Wacanakan Pemberian Vaksinasi pada Seluruh Kepala Desa
"Kita sengaja meminta pak Bupati, agar Kepala Desa juga dapat diberikan prioritas dalam penyuntikan vaksinasi ini. Supaya ini bisa mengedukasi masyarakat, sehingga informasi-informasi liar di masyarakat terkait vaksinasi ini dapat ditepis," ungkap Musa.
Kata Musa juga menilai, maraknya pro kontra pemahaman vaksinasi di lingkungan kepala desa itu adalah hak yang biasa terjadi.
Namun melihat itu, dia mengajak untuk memandang program vaksinasi Covid-19 dengan persepsi yang jelas. Alih-alih melakukan hal-hal yang kontraproduktif
Sebab jika program vaksinasi tidak optimal, maka dikhawatirkan pandemi tidak akan segera teratasi.
"Sebab ketika kita (kepala desa) sudah melakukan itu, nantimya juga kita bisa mengedukasi masyarakat," sampainya.
"Pro dan kontra itu biasa. Jangankan dikalangan kepala desa, dikalangan dokter saja mungkin pro dan kontra ini masih ada. Padahal mereka memahami tentang kesehatan itu. Apalagi dikalangan kepala desa yang belum semuanya memahami tentang vaksin ini," lanjutnya
Makanya ia meminta, kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti informasi perkembangan vaksinasi ini. Bukan malah, memberikan informasi-informasi ataupun pendapat pribadi kepada khalayak umum.
"Yang membuat saya yakin karena uji coba pertama itu dilakukan kepada tenaga kesehatan, TNI dan Polri. Itu yang membuat saya yakin, bahwa ini betul-betul aman. Dan inipun sudah terbukti aman dan halal digunakan," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-desa-parit-baru-musa_20170828_170806.jpg)