Breaking News:

Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin, Kadiskes Pontianak Sidiq Handanu: Masih Sakit Digigit Nyamuk

Hingga saat ini pun, Handanu menerangkan bahwa di 23 Puskesmas yang ada di Kota Pontianak sudah sebanyak 85 Tenaga Kesehatan yang sudah registrasi ula

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mejadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19 di wilayah Kota Pontianak, di Puskesmas Kampung Bali Jalan Jenderal Urip Pontianak Kota, Kalbar, Kamis 14 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa pelaksanaan vaksinasi di Kota Pontianak digelar pada Kamis 14 Januari 2021.

Pada pelaksanaan vaksinasi ini, Sidiq Handanu menjadi orang pertama disuntik vaksin Covid-19 di wilayah Kota Pontianak.

Hal tersebut merupakan contoh bahwa vaksinasi ini aman dilakukan.

Handanu pun menyampaikan apa yang dirasa pada saat disuntik vaksin.

"Dosis vaksin ini kan hanya 0,5 cc dan jarumnya sangat tajam, jarum imunisasi, jadi tidak terasa, masih sakit digigit nyamuk," kata Sidig Handanu usai disuntik vaksin, di Puskesmas Kampung Bali Jalan Jenderal Urip Pontianak Kota, Kalbar, Kamis 14 Januari 2021.

Hingga saat ini pun, Handanu menerangkan bahwa di 23 Puskesmas yang ada di Kota Pontianak sudah sebanyak 85 Tenaga Kesehatan yang sudah registrasi ulang pendaftaran.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin Akui Nyaman Setalah Disuntik Vaksin Dihari Pertama

"Sebanyak 85 nakes yang sudah registrasi ulang dan hari ini mereka dapat imunisasi covid-19," ucapnya.

Dikatakakannya, imunisasi akan diberikan dua kali selang 14 hari dan maksimal 20 hari dari penyuntikan vaksin pertama.

Kemudian, untuk penyuntikan tahap kedua dijelaskannya, bahwa prosedurnya sama seperti tahap pertama, mulai dari registrasi pendaftaran ulang, skrining untuk mengetahui kondisi kesehatan.

"Tahap kedua sama melaksanakan registrasi pendaftaran ulang. Dilakukan scrining lagi apakah ada dampak dari imunisasi ini. Apabila nanti tahap kedua timbul penyakit, baik yang disebabkan kehadian ikutan pasca imunisasi atau penyakit tiba-tiba periode itu berarti katagori ditunda imunisasi atau droup out," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved