Festival Cap Go Meh ditiadakan kecuali Ritual Keagamaan, MABT Kalbar Siap Patuhi Arahan Pemerintah
Ketua MABT Kalbar, Paulus Andy Mursalim menyatakan bahwa MABT Kalbar setuju dengan keputusan yang telah diambil pemerintah dan siap melaksanakan apa y
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyatakan bahwa Festival Cap Go Meh tahun 2021 ditiadakan, kecuali Ritual Agama. Arahan tersebut juga sudah ditindak lanjuti oleh Pemkot Singkawang mengingat adanya pandemi COVID-19 sedang melanda Kalbar.
Terhadap keputusan pemerintah terkait ditiadakannya Festival Cap Go Meh, Kecuali ritual Agama mendapat dukungan penuh dari Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kalbar.
Ketua MABT Kalbar, Paulus Andy Mursalim menyatakan bahwa MABT Kalbar setuju dengan keputusan yang telah diambil pemerintah dan siap melaksanakan apa yang menjadi keputusan pemerintah untuk menekan lajunya kasus konfirmasi COVID-19 di Kalbar.
“Dari MABT Kalbar sangat setuju, karena kita melihat perkembangan COVID-19 semakin tinggi. Maka untuk itu kita perlu mendukung apa yang telah diprogramkan oleh gugus tugas COVID-19 dan siap melaksanakannya,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 8 Januari 2021.
Baca juga: Festival Pawai Tatung Ditiadakan, Panitia Imlek dan Cap Go Meh Pertimbangkan Pandemi
Ia mengatakan bahwa dengan adanya festival Cap Go Meh sudah jelas akan terjadi kerumunan yang bisa menyebabkan penambahan Kasus COVID-19.
“Maka dari itu mari kita melaksanakan Cap Go Meh dengan tidak mengurangi arti dan maknanya yang bisa kita laksanakan dirumah dan klenteng masing-masing,” ajaknya.
Dikatakannya merayakan Cap Go Meh yang merupakan budaya tahunan dari Etnis Tionghoa. Dengan adanya pandemi COVID-19 yang sedang melanda Kalbar. Ia mengajak masyarakat khususnya dari Etnis Tionghoa untuk merayakan masing-masing dirumah.
“Kalau pun ada pertunjukan tatung silahkan di Vihara atau Klenteng masing-masing untuk menghindari supaya tidak ada kerumunan masa,” harapnya.
Ia juga berpesan kepada pelaksanaan Cap Go Meh di Vihara maupun Klenteng agar tetap menjalankan prokes seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.
“Kami sangat setuju dan sangat mendukung keputusan pemerintah dengan ditiadakan festival Cap Go Meh,” ucapnya.
Ia berharap kepada tokoh masyarakat untuk mengajak seluruh masyarakat khususnya Etnis Tioghoa agar pada saat pelaksanaan Cap Go Meh selalu meningkatkan kesehatan pribadi dengan menjalan prokes.
Baca juga: Tiadakan Festival di Moment Cap Go Meh, Sumberanto: Mari Rayakan Imlek dan CGM dengan Sederhana
“Kalau ada ritual dilakukan di rumah dan vihara tolong perhatikan juga prokesnya dengan memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya.
Dikatakannya pada tahun ini perayaan Cap Go Meh tentu akan terasa berbeda tanpa adanya acara atau festival yang biasa dikunjungi wisatawan manca negara yang harus ditunda demi menjaga Kalbar dari virus Covid-19.
“Mari kita bersama menjaga diri, menjaga orang orang disekitar kita dan keluarga agar penyebaran virus ini bisa putus supaya kita bisa beraktivitas kembali. Kalau ramai wisatawan yang datang pada acara apakah mau Kalbar menjadi Top Skor penyebaran virus covid-19,” ujarnya.
Ia mengatakan kesehatan warga Kalbar lebih penting. Walaupun dengan ditiadakannya acara Cap Go Meh tentu pengaruhnya sangat banyak seperti dari segi ekonomi, pendapatan pariwisata yang berkurang.