laboratorium Bio-Molekuler Politknik Negeri Pontianak Uji 10 Sampel Satwa akuatik
Laboratorium ini siap Menjadi Rujukan Pengujian DNA Satwa Akuatik. Pengujian sampel satwa akuatik ini, terangkum dalam kegiatan Pelatihan Dasar DNA Ba
Penulis: Zulfikri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lebih dari 10 sampel jenis satwa akuatik, kharismatik, dilindungi maupun komersial berasal dari perairan Kalimantan Barat berhasil diuji laboratorium Bio-Molekuler Pusat Unggulan Teknologi Sumberdaya Perikanan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Minggu 27 Desember 2020.
Laboratorium ini siap Menjadi Rujukan Pengujian DNA Satwa Akuatik.
Pengujian sampel satwa akuatik ini, terangkum dalam kegiatan Pelatihan Dasar DNA Barcoding dan Genetic Data Analysis (Analisa Data Genetik) hasil kolaborasi Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), IPB University, Lab.Oceanogen Bogor, Universitas Nahdatul Ulama (UNU) Kalbar, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asosiasi Dokter Hewan Megafauna Akuatik Indonesia (IAM Flying Vet) dan Yayasan WWF Indonesia.
Pelatihan itu berlangsung selama empat hari, dari 21 Desember 2020 sampai 24 Desember 2020 dimentoring oleh Dr. Hawis Maduppa, Kepala Laboratorium Biodiversitas dan Biosistematika (BIODIVISI) Bogor; drh Maulidio Suhendro, peneliti DNA Penyu dan Mamalia Laut dari IAM FLYING VET; Panji Imam Agamawan, peneliti satwa akuatik Univ.Nahdlatul Ulama Kalbardan L.Muhsin Iqbal dari Laboratorium Oceanogen Bogor.
Baca juga: Politeknik Negeri Ujung Pandang Studi Banding ke Poltesa Sambas untuk Memperkuat Kerjasama
"Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pengembangan teknologi kedepan khususnya ilmu kelautan dan perikanan,” tutur Pembantu Direktur IV Politeknik Negeri Pontianak Dr Widodo.
Pelatihan uji Dna dan analisa data genetik ini diikuti oleh 51 peserta, baik pelatihan langsung (Onsite) sejumlah 26 peserta maupun secara virtual (Online) sejumlah 25 peserta yang diwakili dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, praktisi, laboran, maupun lembaga instansi pemerintah, Dokter hewan serta sejumlah peneliti.
Metode ini, telah banyak digunakan oleh peneliti dunia untuk mempermudah pengidentifikasian banyak spesies organisme yang ada di perairan.
DNA Barcoding berbasis pada penggunaan jaringan dari suatu makhluk hidup untuk diekstrak DNAnya kemudian diolah secara molekuler dan bioinformatik hingga dapat diketahui spesiesnya dan asal-usulnya hingga ke nenek moyang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hah1678.jpg)