Jadi Kader TBC Kota Singkawang, Reny dan Yuniarsih Nikmati Peran

Menjadi seorang kader TBC, mereka mengaku menikmati peranannya dengan ikhlas dan senang hati semata berharap Ridho Allah.

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pergelaran pertemuan pemangku kepentingan penanganan TBC di Kota Singkawang, Selasa 22 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Reny dan Yuniarsih adalah dua dari 160 kader TBC yang ada di Kota Singkawang serta pro-aktif memberikan penyuluhan, edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

Menjadi seorang kader TBC, mereka mengaku menikmati peranannya dengan ikhlas dan senang hati semata berharap Ridho Allah.

Reny mengatakan, selain sebagai kader TBC, dirinya juga menjadi kader kesehatan lainnya. Dalam melaksanakan tugasnya, dirinya sering berkolabrorasi dengan berbagai pihak baik pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas dan organisasi atau lembaga lainnya.

"Menikmati sekali dalam melaksanakan tugas saya selaku kader TBC, ini semua saya jalani dengan senang hati dan ikhlas, ini semata demi keinginan terwujudnya Singkawang Bebas TBC," ungkap Reny.

Baca juga: Bentuk Forum Komunikasi Tangani TBC, Uray Ningrum Paparkan Capaian

Dia juga, mengaku senang menjadi seseorang yang bermanfaat dengan orang lain, meskipun berbagai tantangan harus dia hadapi karena harus menghadapi berbagai orang dengan beragam karakter.

"Kadang harus diberi pengertian berkali-kali agar mau diperiksa, memang sulit, tapi harus bisa," ujarnya.

Sementara Yuniarsih atau akrab di panggil Amoy mengungkapkan pengalamannya menjadi seorang kader TBC. Perempuan Tionghoa ini bahkan harus berusaha keras memberikan pendampingan kepada pasien TB.

"Ngak mudah memberikan pendampin masyarakat yang penyandang TB itu, awalnya kebanyakan masyarakat tidak mau menerima kita, karena mereka beranggapan TB adalah penyakit yang memalukan, kutukan, dan lainnya," katanya.

Namun, lanjutnya, apabila didampingi dengan penuh kesabaran dan pengertian yang benar, mereka (pasien TB) pada akhirnya bisa menerima untuk melakukan pendampingan dalam pengobatan dan lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved