Dua Hari Hilang, Nenek Ayang Ditemukan di Kebun Karet dalam Kondisi Selamat

Warga Dusun Sungai Putih, Desa Tanjung Tengang, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, tersebut dilaporkan hilang pada Rabu, 9 Desember 2020.

Tayang:
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Upaya tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Nenek Ayang membuahkan hasil. Setelah sempat dilaporkan hilang, Nenek berusia 71 tahun tersebut ditemukan di kebun karet dalam kondisi selamat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG -- Upaya tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Nenek Ayang membuahkan hasil.

Setelah sempat dilaporkan hilang, Nenek berusia 71 tahun tersebut ditemukan di kebun karet dalam kondisi selamat.

"Hari kedua pencarian berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi, Jumat 11 Desember 2020.

Warga Dusun Sungai Putih, Desa Tanjung Tengang, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, tersebut dilaporkan hilang pada Rabu, 9 Desember 2020.

Sebelum dilaporkan hilang, Nenek Ayang pergi ke ladang, untuk menyadap karet. Namun hingga sore hari, Ayang belum juga pulang ke rumah.

"Keluarga yang panik sempat melakukan pencarian, sempat dijumpai barang pribadi milik korban  Akan tetapi belum berhasil menemukan korban," kata Yopi.

Baca juga: Nelayan Hilang Saat Melaut, Tim SAR Gabungan Temukan Korban di Pulau Tempurung

Pencarian terhadap Nenek Ayang melibatkan pelbagai unsur gabungan, seperti SAR Sintang, Polsek Nanga Pinoh, keluarga dan masyarakat setempat.

Keberadaan Nenek Ayang baru ditemukan pada Jumat pagi oleh warga yang sedang menyadap karet di dusun tersebut.

"Nenek ayang ini kami temukan berjarak 250 meter dari penemuan barang pribadi, masih di sekitar lokasi kebun karet miliknya," ungkapnya.

Yopi menduga, penyebab nenek ayang hilang diperkirakan lantaran mengalami kelelahan.

"perkiraan kami korban mengalami kelelahan,  faktor usia yang sudah lanjut juga mengurangi kemampuan korban untuk beraktifitas di luar seperti biasa," ujarnya.

Atas kejadian ini, Yopi mengimbau masyarakat untuk mengawasi Lansia dan anak-anak pada tempat-tempat rawan, seperti daerah aliran sungai, perkebunan, hutan atau daerah yang perlu pengawasan lainnya.

"Sebab tidak sedikit kejadian yang disebabkan kurangnya pengawasan dari kerabat terdekat," imbaunya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved