Ketua LDII Kalbar: Radikalisme Menjadi Ancaman Serius di Era Digital

Dirinya pun menuturkan bahwa, paham radikalisme tidaklah sesuai dengan peradaban yang ada di bangsa Indonesia yang santun, ramah dan toleran.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto saat pengukuhan Relawan Lingkungan di Desa Tebang Kacang, kecamatan Sungai Raya, Kabuaten Kubu Raya, pada Minggu 6 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Seruan pernyatakan sikap penolakan terhadap adanya segala bentuk aksi radikalisme terus diserukan oleh berbagai pihak.

Sikap penolakan terhadap radikalisme juga secara tegas seperti yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalbar.

Dirinya pun menuturkan bahwa, paham radikalisme tidaklah sesuai dengan peradaban yang ada di bangsa Indonesia yang santun, ramah dan toleran.

Baca juga: Berikan Perhatian Terhadap Kerusakan Lingkungan, LDII Kalbar Kukuhkan Relawan

Bahkan Islam sendiri dikatakannya, merupakan agama yang rahmatan lil alamin, yang mengayomi seluruh umat. Sehingga cara-cara kekerasan atau memaksakan kehendak bukanlah cerminan seorang muslim.

"Radikalisme menjadi ancaman serius, apalagi era digital ini dengan mudahnya bisa mendoktrin pada diri seseorang, tanpa harus melakukan pertemuan. Namun dengan mengirim konten-konten yang menyimpang dari ajaran agama dan menyebarkan paham kekerasan secara masif bisa merubah ideologi dan akidah seseorang," terang Susanto kepada Tribun, pada Minggu 6 Desember 2020.

"Ini yang sangat berbahaya," tegasnya.

Maka peran ulama, rohaniawan kata Susanto sangatlah diperlukan. Terutama meliterasi masyarakat dan umat untuk bisa dalam bermedia sosial dengan bijak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved