Mayat Pria Ditemukan di Kebun Sawit, Kapolsek Sengah Temila: Ada Riwayat Sakit

Untuk kronologis penemuan mayat, sebelumnya pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2020 sekitar pukul 08.00 WIB korban berangkat dari rumah menuju ke keb

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Polsek Sengah Temila saat memeriksa jenazah Dio (60) yang sebelummya ditemukan meninggal dunia di kebun sawit miliknya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Sesosok mayat jenis kelamin laki-laki ditemukan di Kebun Sawit pribadi di Dusun Tapis Nilas, Desa Sebatih, Kecamatan, Sengah Temila, Kabupaten Landak pada Rabu 2 Desember 2020 sekitar pukul 18.00 WIB.

Sesosok mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Donatus yang juga warga Dusun Tapis Nilas, Desa Sebatih, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak.

Kapolres Landak AKBP Ade Kuncoro Ridwan melalui Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel menerangkan, adapun identitas mayat laki-laki atas nama DIO (60).

Untuk kronologis penemuan mayat, sebelumnya pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2020 sekitar pukul 08.00 WIB korban berangkat dari rumah menuju ke kebun sawitnya dengan mengunakan perahu bermesinkan robin. Dengan maksud akan membersihkan atau menebas kebun.

Dengan membawa alat-alat berupa parang, dodos, dan todak untuk membawa bekal makanan serta air putih dalam kantong plastik.

Baca juga: Satgas Covid-19 Kuala Behe Landak Gelar Operasi Yustisi

"Dari keterangan keluarga, biasanya korban jika ke kebun pulang pukul 13.00 WIB. Namun sore hingga malam korban tidak kunjung datang," kata Kapolsek.

Selanjutnya Donatus yang merupakan anak korban, berangkat menuju ke kebun bapaknya. Sesampainya di lokasi melihat bapaknya sudah dalam keadaan telungkup, dan sudah tidak bernyawa.

Kemudian membawa pulang jasad bapaknya Ke rumah, dan pihak keluarga menghubungi Polsek Sengah Temila.

"Menurut keterangan istri dan anak korban, semasa hidupnya korban memiliki riwayat sakit maag sehingga sering mengeluh sakit di Lambung," terang Kapolsek.

Berikutnya dari hasil pemeriksaan medis terhadap mayat, tidak ditemukan tanda-tanda akibat kekerasan. "Keluarga korban juga membuat surat penolakan Visum Et Revertum dan Autopsi. Jadi memang ada riwayat sakit," ungkap Ipda Yulianus. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved