Bantu Pelaku Usaha UMKM, Diskop UKM Kalbar Hadir Berikan Pelayan Gratis
Kepala Seksi Pengembangan Penguatan Perlindungan Koperasi/PPID Dinas Koperasi UKM, Veronika Eka Purwanti, S ST, MM, menjelaskan jika empat daerah yang
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Warung Koperasi dan UMKM (Warkop UMKM) akan beroperasi di empat Kabupaten di Kalbar, Senin 30 November 2020.
Kepala Seksi Pengembangan Penguatan Perlindungan Koperasi/PPID Dinas Koperasi UKM, Veronika Eka Purwanti, S ST, MM, menjelaskan jika empat daerah yang terpilih untuk dibangun Warkop UMKM merupakan daerah yang dapat mewakili Kalbar.
"Pertama kita melihat matrix, tentu saja telah melalui uji dengan data-data yang ada. Dan secara garis besar, secara geografis mewakili, seperti Sambas mewakili daerah Utara, Melawi mewakili daerah timur, Kayong Utara mewakili daerah selatan, dan Kubu Raya mewakili pesisir," ungkapnya dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast).
Veronika menjelaskan jika Diskop UKM Provinsi Kalbar mendapatkan APBD sebesar Rp 8.3 miliar.
Dari anggaran tersebut untuk menjalankan beberapa program yakni untuk Dinas Rp 6,5 miliar, unit pelatihan koperasi sebesar Rp 1,8 miliar, dan untuk mendukung Warkop UMKM telah dianggarkan kurang lebih Rp 1 miliar.
"Konsep warkop UMKM itukan hibah, hibah yang diberikan oleh kami dari anggaran Diskop UKM Provinsi Kalbar terhadap Kabupaten. Dimana nantinya sebesar Rp 800 juta akan dianggarkan pembangunan warung koperasi dan UMKM di empat daerah. Dengan masing-masing satu lokasi mendapatkan dana hibah sebesar Rp 200 juta," jelasnya.
Baca juga: Warkop UMKM, Fasilitasi Pelaku Usaha Secara Gratis
Dalam Podcast tersebut, ia menambahkan jika nantinya Warkop UMKM dapat memasarkan produk unggulan.
Disamping Warkop UMKM, pihaknya juga tetap menjalankan program yang ada, demi memecahkan tantangan, seperti fasilitas yang telah memudahkan para pelaku usaha dengan memberikan bantuan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Dikatakannya jika PLUT merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan sebagai "klinik" bagi usaha yang sakit.
Kini yang menjadi tantangan bagi pelaku usaha ialah persoalan packaging.
Untuk memecahkan tantangan tersebut, dengan adanya PLUT yang selalu meningkatkan kapabilitas bersama dengan Dinas Perindustrian, diharapkan ke depannya secara bersama-sama dapat mengatasi persoalan packaging.
Ia sangat berharap fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah khususnya kepada pea pelaku usaha dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
"PLUT berjalan sangat efektif, setiap hari didata kita ada puluhan orang yang datang ke PLUT untuk berkonsultasi," ungkapnya bersemangat melihat antusiasme pelaku usaha. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/diskop-ukm-provinsi-kalbar-dalam-triponcast.jpg)