Breaking News:

Penanganan Covid

Gubernur Sutarmidji Berang Masih Ada Hotel yang Bandel, Tidak Menerapkan Prokes Sesuai Standar

Ia mengatakan bayangkan saja negara harus membayar biaya untuk pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit untuk 1 orang saja bisa mencapai Rp 40-60

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO. ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat berang, masih banyak hotel yang bandel dan tidak menerapkan protokol sesuai standar COVID-19 dan malah seenaknya saja, ketika sudah diberi izin untuk dibuka kembali.

“Hotel ini masih bandel juga, nanti manas saya, saya tutup dan larang betul itu.

Artinya begitu dibuka seenak dan suka-suka dia jak,” ujar Gubernur Sutarmidji kemarin.

Ia mengatakan bayangkan saja negara harus membayar biaya untuk pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit untuk 1 orang saja bisa mencapai Rp 40-60 juta. 

“Kurang memperhatikan seperti kalau ada kegiatan perkawinan dan lainnya kurang diperhatikan dan penerapan protokol kesehatan tapi tidak standar,” ujarnya.

Ia mencontohkan ketika Satgas Provinsi ingin mengatakan acara Rapat Satgas yang akan dihadiri oleh 100 orang tapi tempat di hotel penuh semua.

Akhirnya setelah melakukan konsultasi digunakanlah Aula Kodam XII Tpr.

“Saya tegaskan kalau mau tempat usaha tetap berjalan dan semua jalan satu-satunya kita harus menerapkan protokol kesehatan.

Mau percaya atau tidak apapun ini sudah dikaji betul ngapain selama ini kita mikirkan kalau ini tidak penting,” tegasnya.

Baca juga: Gubernur Kalbar Sutarmidji Sampaikan Poin Penting Ini Kepada Stafsus Milenial Presiden

Sutarmdiji mengatakan kasian terhadap petugas kesehatan yang berada pada garda terdepan seperti dokter yang sudah terpapar virus COVID-19.

“Coba lihat berapa jumlah dokter yang  sudah jadi korban dan di seluruh Indonesia 

masih lagi berpikir COVID-19 ini rekayasa,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa sejauh ini masyarakat di Kalbar sebagiannya sudah patuh prokes, namun sebagian masih banyak yang ngeyel dan beranggapan bahwa virus ini adalah rekayasa.

“Kita akan tegas sebenarnya apa yang ditakutkan Pak  Wali Kota Pilkada masih lama, saya saja tidak masalah saya pokoknya tegas saja.

Tapi sekarang Pak Wali sudah lumayan tegas,” pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved