Pilkada Serentak 2020

Maryadi Sirat Minta Pelanggar Protokol Kesehatan Pikirkan Kesehatan Masyarakat

Maryadi Sirat berharap kepada paslon pilkada untuk tetap patuhi protokol kesehatan dan aturan main dalam kampanye.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Kajian Pemilu dan Demokrasi Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penggiat Pokja Rumah Demokrasi Kalbar, Maryadi Sirat menilai fungsi pencegahan harus lebih di aktifkan dan lebih ekstra lagi dalam mencegah pelanggaran protokol kesehatan dalam kampanye pilkada.

Hal ini menyusul trend pelanggaran protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada di Kalbar terus terjadi dan relatif meningkat.

"Kerja-kerja pencegahan harus lebih digiatkan lagi, karena biar bagaimanapun sejak awal kita sudah sepakat bahwa metode kampanye pilkada di tengah pandemi seperti pertemuan terbatas, kampanye tatap dan dialog sudah kita sepakati dan harus di lakukan untuk keselamatan masyarakat secara keseluruhan. Hal itu harus juga di fikirkan oleh pelanggar protokol kesehatan," kata Maryadi Sirat, Jumat 20 November 2020.

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Kampanye Pilkada Masih Ditemukan, KPU Minta Kerjasama Semua Pihak

Artinya, kata dia, di tengah kondisi pandemi ini semua harus menahan diri untuk tidak melanggar protokol kesehatan yang menghawatirkan terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri. 

Apalagi, lanjut Yadi, sekarang ini menjelang akhir masa kampanye, jangan sampai peserta pilkada menggunakan berbagai cara untuk menjangkau pemilih tanpa memperdulikan kesehatan pemilih dan masyarakat secara umum. 

"Harapannya memang pilkada dimasa pandemi covid-19 ini berjalan dengan baik. Tanpa mengenyampingkan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan itu sendiri. Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk mensukseskan pilkada di masa pandemi yang tidak lama lagi masyarakat akan menghadapi hari pemilihan yaitu pada 9 desember 2020," terangya.

Maka dari itu, Maryadi Sirat berharap kepada paslon pilkada untuk tetap patuhi protokol kesehatan dan aturan main dalam kampanye. 

"Kita tentunya tidak menginginkan karena keceroboan pasangan calon dalam berkampanye bisa mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat," katanya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved