Terapkan 3M, Ibu Adalah Suri Tauladan Panutan Keluarga
Dalam podcast tersebut, Aditya mengungkapkan jika penting bagi seorang ibu untuk menerapkan 3M, ibu merupakan kunci penting dalam keluarga, dikarenaka
Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Di tengah pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, peran seorang ibu dalam keluarga sangatlah penting, guna menjaga serta melindungi anak agar senantiasa aman dan tidak bosan ketika terus berada di rumah.
Tribun Pontianak ikut mensosialisasikan Ingat Pesan Ibu 3M (Memakai masker, menjaga jarak menghindari kerumunan, dan Mencuci tangan dengan sabun), oleh karenanya dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Sehat, mengundang Ketua AIMI Kalbar, Aditya Galih Mastika untuk membahas peran ibu lindungi keluarga dengan penerapan 3 M.
Dalam podcast tersebut, Aditya mengungkapkan jika penting bagi seorang ibu untuk menerapkan 3M, ibu merupakan kunci penting dalam keluarga, dikarenakan ibu merupakan suri tauladan yang akan dicontoh oleh anak dan menjadi panutan.
"Kalau ibunya udah menerapkan 3M dengan sangat baik, saya rasa semua anggota keluarga jadi termotivasi mengikuti hal yang sama. Terutama anak-anak yang benar menjadikan ibu sebagai suri tauladan nya," ungkapnya ketika ditanyai Tribun, Kamis 19 November 2020.
Kini menjadi tugas AIMI Kalbar untuk dapat mengedukasi orang tua khususnya ibu agar sadar akan pentingnya menerapkan 3 M.
Baca juga: Kampanye Ingat Pesan Ibu Akan Terus Digalakkan
Dan ini menjadi kunci pertama, untuk dapat menjaga keluarga agar tetap terlindungi, karena jika tidak persoalan ini akan berbuntut panjang mengingat ibu adalah panutan yang akan diikuti.
Dan ia berpesan agar ibu harus tetap sehat serta kini juga dituntut untuk dapat multi talent.
"Sejauh ini yang bisa dilakukan adalah menjaga perkakas (masker dll) harian yang tepat. Tidak lupa juga untuk menjadi contoh, seperti mandi ketika pulang beraktivitas di luar dan kalau sudah melakukan hal ini anak-anak akan mengikuti. Balik lagi yang kita lakukan adalah contoh," ungkap Aditya menceritakan kesehariannya dimasa pandemi.
Ketika ditanyai tantangan menerapkan Ingat Pesan Ibu 3 M, ia menyebutkan ketika awal pandemi adalah beradaptasi.
Ia menceritakan seperti memilih jenis masker, pada awal pandemi jenis maskernya tidak sesuai dengan saat ini, sehingga harus menyiapkan kembali masker yang sesuai.
Selain itu, beradaptasi dengan mencuci tangan minimal 20 detik. Pada keadaan normal sebelum masuknya Covid 19, kebiasaan mencuci tangan tidaklah di air mengalir dengan minimal waktu 20 detik, namun sekarang harus ber beradaptasi dan harus hafal diluar kepala, karena ibu harus mengajarkan ke anak tentang mencuci tangan yang baik dan benar.
Dan ketika anak tidak dapat menjaga jarak, peran seorang ibu haruslah mengingatkan kembali dengan menjelaskan fungsi dan tujuan dari menjaga jarak.
Dimasa pandemi ini, ruang gerak anak tidaklah luas, untuk itu peran ibu kembali diuji untuk tetap menciptakan suasana rumah yang kondusif.
Menurutnya kini literasi untuk kegiatan online mudah sekali ditemukan, mulai dari pembelajaran termasuk kursus, dan kini sistemnya sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Kalau sekarang sudah berjalan dengan baik, mulai dari sekolah, kursus-kursus dan anak-anak pun sudah mulai terbiasa, bahkan ketika kita tinggal ke dapur, anak-anak sudah bisa masuk sendiri ke kelas onlinenya jadi sudah terbiasa dengan sistemnya," ceritanya.