Ahli Epidemiologi Saran Terapkan Empat Panduan Cegah Covid-19

Dijelaskannya bahwa WHO telah memberikan pandauan untuk wilayah yang memiliki tingkat resiko penularan meningkat, seperti Provinsi Kalbar.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Ketua Tim Kajian Ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Sepudin, SKM, M. 

Laporan wartawan Tribun Pontianak Muhammad Rokib

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK-  Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalbar, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes menyampaikan bahwa peningakatan kasus Covid-19 dan kematian gelombang kedua pandemi Covid-19 sangat tajam.

Dikatakannya, hal itu merupakan puncak tertinggi sepanjang sejarah di abad ini.

Hal tersebut diduga akibat transmisi gelombang dua virus Covid-19 yang berjangkit kembali di Wuhan, Tiongkok, sehingga kembali menyebar masif ke seluruh dunia.

Hingga kini disampaikannya sedang dalam kajian para ahli penyakit menular di dunia.

"Bahkan WHO menyebutkan berdampak serius di kawasan Asia Tenggara, dengan kematian telah mencapai 10%, serta bisa jadi 1 di antara 10 orang adalah positif.

Secara nasional angka kematian di Indonesia saat ini adalah 4%, hal ini sejalan dengan peningkatan kasus yang telah terjadi di Provinsi Kalbar, dimana hari-hari terakhir ini secara kumulatif pasien yang terpapar virus corona sejak pandemi di Kalbar 23 Oktober mencapai 1.528, meskipun angka kesembuhannya juga cukup tinggi >90%, tetapi kenaikan yang tajam sangat mengkawatirkan," jelasnya.

Baca juga: Umumkan Tambahan Lima Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kalbar, Berikut Sebarannya

Bahkan, lanjutnya, ada beberapa wilayah kabupaten/kota yang padat aktivitas di perkotaan beberapa minggu ke depan bisa menjadi memasuki zona merah di wilayah Kalbar.

"Maka Pemrov harus berupaya secara maksimal untuk menghambat laju angka kesakitan tersebut.

Biasanya peningkatan angka kesakitan secara epidemiologis berbanding lurus dengan angka kematianya, bisa jadi Kalbar akan menyusul rata-rata kematian secara nasional yaitu 4%.

Hal ini mengingat angka positif rate secara nasional juga masih tinggi yaitu 15% di atas setandar WHO yaitu 5 %," ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa WHO telah memberikan panduan untuk wilayah yang memiliki tingkat resiko penularan meningkat, seperti Provinsi Kalbar.

Ada empat panduan yang dapat diterapkan di antaranya :

Pertama, mencegah peristiwa atau acara yang meningkatkan penyebaran virus corona.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved