Terapi dan Obat Apa Saja yang Diberikan untuk Pasien Corona? Berikut Paparan dr Handriyani

Multivitamin ini sekarang ada di pasaran, mudah didapat. Kalau D, dulu kita suruh berjemur awalnya, sekarang sudah ada vitamin

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Selama menjalani isolasi dan perawatan, pasien corona menjaga imunitas dengan berolahraga pagi dan sore hari.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Hingga 27 Oktober 2020, pasien konfirmasi positif corona yang masih dalam perawatan di RSUD Ade M Djoen Sintang sebanyak 57 orang.

Sementara, untuk total komulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Sintang dari bulan April-Oktober 2020, ada 213 kasus konfirmasi, 165 sembuh dan 1 orang meninggal dunia.

Dokter Penanggungjawab Pelayanan, dr Spealis Paru RSUD Ade M Djoen Sintang, Handriyani mengatakan penanganan pengobatan terhadap pasien corona dibagi menjadi beberapa klasifikasi: gejala ringan, sedang dan berat.

Masing-masing klasifikasi, beda penanganan pengobatannya.

Baca juga: Update Pasien Covid-19 di Sintang, 49 Pasien Dewasa, 7 Anak, Satu Meninggal Dunia

"Untuk pasien dengan gejala ringan (OTG) tetap kita berikan antivirus, biasa yang kita berikan pertama Oseltamivir selama 5 hari, dosisnya 2x75 miligram," kata Handriyani.

Selain obat, pasien juga diberikan multivitamin untuk keningkatkan imunitas tubuh, seperti vitamin D, C, dan Zinc.

"Multivitamin ini sekarang ada di pasaran, mudah didapat. Kalau D, dulu kita suruh berjemur awalnya, sekarang sudah ada vitamin. Ternyata dari penelitian, memang vitamin D ini lebih superior, dibading vitamin c dan zinc," bebernya.

Untuk pasien gejala sedang, selain multivitamin di atas, diberika pula obat jenis Avigan. Obat ini khusus diberikan untuk pasien gejala sedang. "Ini harganya mahal, kita berikan kepada pasien derajat sedang. Karena kita khawatirkan pasien itu ke gejala berat, atau kritis. Avigan kita berikan satu orang kita berikan 40 kapsul untuk pengobatan 5 hari. Untuk multivitaminnya sama," kata Handriyani.

Sementara untuk pasien dengan gejala berat atau kritis, diberikan obat Remdesivir. Harga untik satu vialnya, 1,5 juta rupiah.

"Untuk pasien menggunakan ventilator, dia perlu 11 vial kurang lebihnya. Tapi kalau tanpa ventilator, sekitar 6 vial. Vitamin pasti lebih banyak lagi yang kita perlukan Gejala berat dan kritis. Saat ini, kita punya satu paling berat, sampai hari ini pasien masa pemulihan hari ke 40," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved