Dua Kali Terpapar Virus Covid-19, Sutarmidji Sering Lakukan Terapi Tradisional
Sedangkan yang keduanya ditemukan kandungan 24 copies virus dengan kategori Positif Covid-19.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji mengaku sempat terpapar virus Covid-19 sebanyak dua kali.
Sutarmidji mengatakan sebanyak dua kali terpapar virus Covid-19 dengan hasil pemeriksaan swab yang memiliki Kandungan Copies virusnya mencapai 4,89 tapi masih kategori negatif.
Sedangkan yang keduanya ditemukan kandungan 24 copies virus dengan kategori Positif Covid-19.
Ia menceritakan pengalamannya sempat terpapar Virus Covid-19.
Saat itu diakui oleh Sutarmidji dirinya rutin melakukan terapi menggunakan air panas dicampur dengan tetesan minyak kayu putih.
Baca juga: Hasil Rapid Test Pasien Corona yang Meninggal di Sintang Non Reaktif
Dirinya sering mengunakan terapi tradisional dengan menghirup uap air panas yang sudah dicampur 3 tetes minyak kayu putih.
“Jadi siapkan gayung air, lalu diisi air panas setengah gayung dan masukan tiga tetes minyak kayu putih. Bukan minyak angin ye,” ujar Sutarmidji, Selasa 27 Oktober 2020.
Lalu setelah itu tutup permukaan gayung dengan telapak tangan. Letakan hidung dan mulut antara 2 telapak tangan.
Setelah itu tiup uap airnya, hirup dengan hidung, lalu dengan mulut, selama 3 menit.
“Kita juga perlu menjaga imunitas dan kalau ada obat dokter harus diminum. Kalau saya untuk menjaga imunitas tubuh ditambah dengan istirahat yang cukup, makan buah- buahan,madu dan lainnya. Selain itu yang saya rutin lakukan adalah terapi uap air panas yang sudah ditetesi minyak kayu putih tadi,” ujarnya.
Gubernur Sutarmidji juga rutin berjemur. Biasanya ia mengaku tidur diatas pukul 00.00 malam, tapi apabila pukul 23.00 WIB dirinya sudah mematikan Handphone berarti dirinya sudah tidur dan istirahat.
Adapun jangka isolasi yang ia lakukan selama 3 sampai 4 hari sampai dirinya sudah dinyatakan negatif barulah melakukan aktivitas lagi.
“Karena kondisi saya sudah negatif jadi boleh bepergian atau beraktivitas, tapi kalau masih positif saya tidak mau berkeliaran. Sekarang sudah sembuh saya tetap menggunakan sarung tangan dan menggunakan masker. Setelah ke kantor langsung pulang,” jelas Sutarmidji.
Baca juga: Kampanye Ditengah Pandemi Covid-19, Camat Sekadau Hulu Harap Pasangan Calon Utamakan Prokes
Sampai saat ini dirinya telah melakukan swab test rutin sebanyak 9 kali yang dilakukan pada jangka waktu 10 hari sekali.
Sutarmidji mengatakan jika cepat diketahui dengan hasil swab positif dengan jumlah virus yang sedikit akan lebih mudah untuk ditangani.
“Makanya saya harus swab terus karena saya banyak berinterasksi dengan orang. Walaupun saya selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sutarmidji-saat-ditemui-di-ruang-kerjanya-22-oktober-2020.jpg)