Breaking News:

RSUD dr Soedarso Miliki Pelayanan Kateterisasi Jantung (Cathlab)

Penyakit ini berpotensi menyerang secara mendadak dan dapat berakibat gagal jantung, gangguan irama jantung fatal, hingga menimbulkan kematian.

Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji, SH. M. Hum sedang meninjau pelayanan kateterisasi jantung di RSUD Soedarso Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Adapun visi RSUD dr Soedarso menjadi rumah sakit terbaik, mandiri, dan profesional.

Memiliki ruang pelayanan dengan fasilitas alat kesehatan yang canggih serta didukung dengan sumber daya manusia yang ahli di bidangnya.

Salah satunya adalah Layanan kateterisasi jantung (Cathlab)

Cathlab adalah pelayanan intervensi koroner non bedah atau disebut juga intervensi koroner perkutan yaitu prosedur tindakan yang menggunakan akses arteri pergelangan tangan atau pangkal paha, bertujuan untuk membuka penyempitan pembuluh darah arteri koroner menggunakan kateter (kateterisasi).

Prosedur tindakan ini umumnya menggunakan balon khusus berukuran kecil dimasukkan dan dikembangkan di area pembuluh darah arteri koroner yang menyempit.

Setelah itu diikuti dengan pemasangan stent atau juga yang sering disebut "cincin” (anyaman berbahan metal berbentuk tabung) untuk mencegah penyempitan kembali arteri koroner.

Tim medis membacakan time out sebelum tindakan.
Tim medis membacakan time out sebelum tindakan. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

Baca juga: Antisipasi Penambahan Pasien, Ruang Isolasi RSUD Soedarso Akan Ditambah

Tindakan ini dapat memperbaiki keluhan nyeri dada atau sesak saat aktivitas akibat penyempitan/penyumbatan arteri koroner, dan tentu juga sebagai tindakan emergensi penyelamatan jiwa saat terjadi serangan jantung (penyumbatan arterikoroner secara tiba-tiba).

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit pembunuh yang paling ditakuti di dunia.

Penyakit ini berpotensi menyerang  secara mendadak dan dapat berakibat gagal jantung, gangguan irama jantung fatal, hingga menimbulkan kematian.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved