Breaking News:

Gaji PNS TNI Polri dan Karyawan Swasta Dipotong 2,5 Persen Mulai 2021, Apa Alasan Gaji Dipotong?

Tidak hanya gaji PNS TNI dan Polri yang dipotong 2,5 persen, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) juga menyetujui gaji karyawan swasta dipotong.

ISTIMEWA
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) menyetujui gaji PNS TNI dan Polri dipotong sebesar 2,5 persen.

Tidak hanya gaji PNS TNI dan Polri yang dipotong 2,5 persen, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) juga menyetujui gaji karyawan swasta dipotong.

Keputusan Jokowi soal pemotongan gaji PNS TNI dan Polri sebesar 2,5 persen ini akan dimulai pada Januari 2021 mendatang.

Pemotongan gaji terhadap PNS TNI, Polri dan karyawan swasta ini rupanya digunakan untuk iuran Tapera.

Sikap pemerintah terhadap kebijakan pemotongan gaji untuk Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera ini dianggap seperti anjing menggonggong kafilah berlalu.

Baca juga: SEDANG LIVE, Link Streaming West Ham Vs Manchester City | Link Live Hasil Liga Inggris Malam Ini

Meski menimbulkan pro dan kontra, nyatanya pemerintah tetap memberlakukan pemotongan gaji sebesar 2,5 persen untuk Tapera mulai Januari 2021.

Berikut adalah penjelasan iuran Tapera yang mengharuskan Gaji PNS dan karyawan swasta dipotong 2,5 persen per bulan.

Melansir dari Kompas.com, Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat pada 20 Mei 2020 lalu.

Di dalam beleid tersebut dijelaskan, mulai tahun 2021, Badan Penyelenggara Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sudah bisa mulai memungut iuran untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk tahap berikutnya, badan tersebut juga bakal memungut iuran kepada anggota TNI/Polri serta pegawai swasta dan pekerja mandiri.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved