Tips Jaga Kesehatan Mental, Umi Kalsum: Remaja Harus Sadar Sedari Dini

Beradaptasi dengan perubahan, seperti perubahan hormon, bentuk tubuh, psikologis dan lingkungan sosialnya.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ RIZKI FADRIANI
Triponcast (Tribun Pontiana Official Podcast) edisi Bebincang Sehat kali ini menghadirkan seorang Psikolog yang membahas tentang  bagaimana “Menjaga Kesehatan Mental Remaja”, dengan narasumber Psikolog Klinis RSJ Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalbar, Umi Kalsum  M. Psi, Psikolog, Rabu 21 Oktober 2020.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  – Ada yang beda nih Tribuners, Triponcast (Tribun Pontiana Official Podcast) edisi Bebincang Sehat kali ini menghadirkan seorang Psikolog yang membahas tentang bagaimana “Menjaga Kesehatan Mental Remaja”. 

Telah hadir secara langsung Psikolog Klinis RSJ Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalbar, Umi Kalsum M. Psi., Psikolog, untuk menjawab semua pertanyaan yang selama ini mungkin sering diacuhkan oleh remaja, atau bahkan orang dewasa yang beranggapan jika untuk mengunjungi psikolog adalah hal yang tabu. 

Umi, menegaskan jika konsultasi kepada psikolog merupakan hal penting untuk menjadikan kita pribadi yang bermental sehat.

Tercatat di tahun 2019, lebih dari 1000 orang telah melakukan konsultasi ke RSJ Daerah Sungai Bangkong Provinsi Kalbar, ini membuktikan jika dewasa ini masyarakat telah lebih peduli dengan kesehatan mental mereka.

Dan tercatat pada tahun 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa setengah dari gangguan mental yang diidap orang dewasa terbentuk sebelum mereka berusia 14 tahun.

Bahkan, sekitar 15 persen anak remaja di negara-negara berkembang pernah berniat untuk melakukan bunuh diri. 

Ini dibenarkan oleh Umi, menurutnya diusia remaja banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri seseorang, seperti perubahan hormon, bentuk tubuh, psikologis dan lingkungan sosialnya.

Hal inilah yang terkadang menjadi pemicu adanya gangguan pada kesehatan mentalnya.

Untuk itu, ia memberikan tips agar para remaja dapat menjaga kesehatan mental dengan cara beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi. 

Baca juga: Puskesmas Semitau Pantau Kesehatan Ibu Hamil

“Beradaptasi dengan perubahan, seperti perubahan hormon, bentuk tubuh, psikologis dan lingkungan sosialnya. Masa remaja juga mencari jati diri dan teman yang baik, itu yang akan membawa kita ke yang positif. Proses berapatasi ini harus bisa dikontrol dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan untuk tidak bertindak merugikan diri sendiri dan tetap menjaga hubungan baik dengan orangtua, karena diusia remaja cenderung memiliki ego yang tinggi, sehingga tidak mau mendengar orang tua.

Ia juga mengingatkan kepada ke dua orang tua untuk saling berperan membentuk pola asuh yang baik, yang tidak menekankan kepada satu pihak.

Dan sebagai orang tua, bukan berarti semakin besar sang anak, maka perhatian semakin berkurang, justru orangtua harus semakin sadar, karena masa remaja ini adalah maa yang rentan. Jadikan anak remaja sebagai sahabat.

“Peran penting kedua orang tua juga memengaruhi keadaan mental remaja, jangan sampai pola asuh yang diterapkan mengganggu keadaan mental anak. Jika hanya ibu saja yang dominan, maka anak akan menjadi pribadi yang lebih sensitif, karena lebih menggunakan perasaan. Sedangkan peran ayah diperlukan untuk menyeimbangkan peran ibu,” jelasnya.

Dan ia mengutarakan jika lingkungan sekitar juga turut andil memengaruhi mental remaja, sehingga ia berpesan kepada para remaja untuk tidak memendam sendiri emosi dan jangan takut untuk bercerita.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved