Breaking News:

Kuliah BSI Aja

BSI Innovation Center Dorong Mahasiswa UBSI Berinovasi

Pengusana nasional, Sandiaga Salahuddin Uno berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan di tengah sulitnya mendapatkan lapang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Mahasiswa UBSI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengusana nasional, Sandiaga Salahuddin Uno berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan di tengah sulitnya mendapatkan lapangan pekerjan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadi pengusaha baru.

Pasalnya masih terdapat sejumlah peluang usaha di tengah segala keterbatasan yang dihadapi saat ini.

Menurut Sandiaga, kata kuncinya adalah cepat berinovasi. Innovation fast pada masa pandemi ini bagaimana kita berinovasi secara cepat dan mampu untuk menjawab tantangan yang kita hadapi.

Salah satu kampus yang aktif mendorong mahasiswanya untuk berinovasi dan berkreasi adalah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Untuk itu, Yayasan BSI (yang menaungi UBSI) membentuk lembaga khusus yang dinamakan BSI Innovation Center (BIC).

“Para mahasiswa UBSI umumnya kreatif dan inovatif. Karena itu Yayasan BSI berinisiatif mendirikan BIC pada tahun 2016 dibawah Universitas dengan tugas dan fungsinya untuk menumbuhkembangkan karya dan karsa inovatif dengan melakukan coaching, bimbingan, pendampingan dan juga mengadakan lomba-lomba untuk mahasiswa maupun dosen dalam rangka mengembangkan inovasi-inovasi baru atau pemikiran2 inovatif serta kreatif. BIC dihadirkan untuk memicu dan memotivasi mahasiswa maupun dosen menumbuhkan pemikiran-pemikiran inovatif, sekaligus membantu mewujudkan karya inovatifnya,” kata Naba Aji Notoseputro, salah satu founder BSI, Jumat 23 Oktober 2020.

Ia menambahkan, BSI Innovation Center (BIC) aktif menggelar lomba inovasi maupun pameran karya yang diikuti oleh para mahasiswa UBSI.

“Melalui kegiatan lomba inovasi dan pameran karya ini bisa ditumbuhkan pemikiran-pemikiran inovatif yang akan menciptakan karya-karya dan inovasi terbaik kepada seluruh mahasiswa maupun dosen,” tuturnya.

Naba mengungkapkan, di era disruptif serta berkembang pesatnya teknologi berbasis digital, maka saat ini setiap orang dipaksa agar dapat berpikir inovatif dan kreatif.

Halaman
123
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved