Terdampak Pandemi Covid-19, Wisata Balek Kampoeng Merugi
Bahkan akibatnya, dirinya pun harus mem-PHK 20 karyawannya, lantaran tak ada pemasukan untuk menggaji karyawan-karyawannya.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak delapan bulan terakhir memberikan dampak buruk, salah satunya pun berimbas pada sektor pariwisata.
Seperti pada wisata di Kabupaten Kubu Raya yakni, Wisata Balek Kampoeng yang berada di Jalan Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Selaku pemilik wisata Balek Kampoeng, Ishaq menceritakan sepinya pengunjung yang datang, telah terjadi saat pandemi Covid-19 mulai merebak.
Bahkan akibatnya, dirinya pun harus mem-PHK 20 karyawannya, lantaran tak ada pemasukan untuk menggaji karyawan-karyawannya.
"Benar-benar sangat berdampak, sejak awal tahun itu mulai-mulai sepi pengunjung. Kini saja untuk membenahi sarana-sarana dikawasan balek kampoeng tidak bisa, karena tidak ada pemasukannya," kata Ishaq kepada Tribun, pada Rabu 21 Oktober 2020.
Baca juga: Maria Agustina Harap Pelaku Usaha Wisata di Kubu Raya Dapat Bertahan di Tengah Pandemi
Kini Wisata Balek Kampoeng yang merupakan taman wisata dengan keindahan alam dengan menyajikan masakan tradisional, telah banyak dilakukan perubahan.
"Banyak yang dirombak jadinya, karena pengurangan karyawan, trus kita tidak lagi buka restoranya. Kini kita jadinya hanya menjual tiket masuk aja untuk masyarakat yang ingin menikmati, sambil piknik gitu,"
"Karyawan pun kini tinggal tukang kebun, dan penjaga tiket saja. Bagaimana tidak, pengunjung yang datang pun sekarang tidak royal lagi, karena mengingat juga kan pandemi sangat berdampak pada ekonomi masyarakat juga," jelasnya.
Lanjut ia mengatakan, dari situasi pandemi ini dirinyapun berharap peran dari Pemerintah untuk membantu memberikan solusi dalam masa pemulihan nanti.
"Ya kita berharap pemerintah bisa memberikan solusi, atau stimulus untuk kami dalam masa pemulihan,"
"Mungkin nanti bisa memberikan modal atau kerjasama bersama investor. Dengan nanti bagaimana dalam pengembalian modalnya," sampainya. (*)