Musnahkan 205 Barang Bukti Hasil Pengeledahan, Ini Pesan Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Kalbar
Selain itu juga, lanjutnya, mungkin dengan adanya berbagai hal yang membuat mereka itu terbatas karena dengan adanya pandemi mereka tidak boleh dikunj
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, Suprobowati menyampaikan bahwa dalam rangka hari Dharma Karya Dhika tahun 2020 semua melakukan pembersihan seluruh Lapas dan Rutan khususnya Kalimantan Barat.
"Untuk melakukan bersih-bersih kondisi didalam agar menjadi sehat, Karena situasi pandemi seperti ini kita semua dibutuhkan tempat yang bersih,"katanya, Selasa Oktober 2020.
Selain itu juga, lanjutnya, mungkin dengan adanya berbagai hal yang membuat mereka itu terbatas karena dengan adanya pandemi mereka tidak boleh dikunjungi sehingga kami memfasilitasi untuk mereka tetap bisa berkomunikasi dengan keluarga.
"Juga masalah didalam pelayanan terkait kesehatan, makanan dan juga hak-hak mereka khususnya terkait masa pidana untuk bisa sesuai dengan aturan. Dimana Rutan Sanggau ini sebentar lagi insyaallah menjadi organisasi yang berpredikat WBK,"katanya.
Jadi, lanjutnya, otomatis pelayanan prima menjadi lebih diutamakan. Tidak boleh ada suap menyuap atau membayar atau segala sesuatu terkait KKN tidak boleh.
Baca juga: Dansatrol Lantamal XII Pontianak Pimpin Sertijab 3 Komandan Kapal TNI AL
"Di Rutan Sanggau dimana pelayanan kepada WBP diutamakan sekali juga kepada keluarga WBP, Untuk tetap tahu persis anggota keluarganya di sini sehat atau tidak. Juga masalah hak-hak nya, baik kesehatan, baik mungkin kapan dia pulang dan kapan mendapatkan integrasi. Semuanya sekarang bisa dilihat secara online, keluarga bisa secara langsung melihat dan menanya kepada petugas yang sudah disiapkan didepan,"ujarnya.
Selain ke Sanggau, pihaknya juga berjalan ke seluruh Kalbar. UPT yang ada di Kalbar sebanyak 19, 13 Lapas/Rutan, Bapas tiga dan Rubasan tiga.
"Kami mencoba untuk sama-sama bersih-bersih secara keseluruhan agar semua petugas itu sadar bahwa membersihkan Lapas/Rutan itu bukan suatu beban. Tapi semacam kita mempunyai rumah sendiri kalau bersih kan enak, nyaman, anak nya juga enak dan sehat. Secara rutin tiap hari harus ada suatu bersih-bersih, Jadi mereka pun sudah sadar artinya didalam tidak boleh ada Hp, tidak boleh ada benda terlarang,"tegasnya
Di Kalbar, lanjutnya semua Lapas/Rutan penghuninya lebih banyak kasus narkoba dan diatas 50 persen.
Karena kita (Kalbar) belum punya lapas narkoba, Kalau ada mungkin dikumpulkan menjadi satu tapi ini menyebar ke seluruh Lapas/Rutan.
"Diharapkan nantinya tidak ada lagi narkoba yang ada didalam karena Handphone sebagai salah satu alat mungkin penyambung nya bisa kita habiskan atau bersihkan,"pungkasnya. (*)