Anggota DPRD Leonardo Ungkap Keberadaan SMA Negeri di Entikong Sanggau Sangat Dibutuhkan

Apa bila anak mereka tidak di terima masuk sekolah di SMA Negeri yang di daftar dikhwatirkan mereka pasti akan tidak melanjutkan sekolah dan bekerja

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sanggau, Leonardo Agustono H Silalahi SH, MH. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sanggau, Leonardo Agustono H Silalahi menyampaikan Entikong adalah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, dan untuk saat ini SMA Negeri sangat dibutuhkan di Kecamatan tersebut.

"Karena banyaknya murid yang akan melanjutkan sekolah dan minimnya sekolah SMA.

Apalagi dengan penerimaan secara zonasi mereka lebih merasa jauh, Karena SMA Negeri ataupun SMK berada kurang lebih 20 KM ke kecamatan tetangga yaitu Kecamatan Sekayam dan Beduai.

SMA di Sekayam dan Beduai sudah ada, Entikong belum ada dan hanya ada SMK Otomotif,"Katanya, Selasa 20 Oktober 2020.

Dikatakanya, Anak di daerah perbatasan terutama yang berada di daerah Sungkung. 

Baca juga: Khawatir Bangunan Sekolah Terdampak Longsor Tanah, Ini Upaya Anggota DPRD Sanggau

Apa bila anak mereka tidak di terima masuk sekolah di SMA Negeri yang di daftar dikhwatirkan mereka pasti akan tidak melanjutkan sekolah dan bekerja ke Malaysia.

"Atau dimana pun keluarga atau kerabat nya bekerja, Sehingga mereka lebih memilih bekerja daripada harus 1 tahun berada di rumahnya,"tuturnya.

Leo sapaan akrabnya menambahkan, untuk mencerdaskan anak bangsa, kita harus mampu bersaing dengan negara tetangga.

"Karena mampu meyiapkan sekolah dan asrama serta subsidi bagi anak-anak yang di asrama.

Sementara kita SMA Negeri saja di perbatasan belum mampu kita bangun,"tuturnya.

"Dengan Ini kami sebagai warga perbatasan memohon untuk segera pemerintah Provinsi dan Pusat agar segera merealisasikan pembangunan sekolah ini dan tidak kalah penting juga para guru pendidik baik yang PNS dan Honor tentunya perlu kita perhatikan juga,"tambahnya.

"Semoga apa yang menjadi keluhan kami di perbatasan ini bisa juga diberikan solusi yang terbaik oleh pemerintah Provinsi dan Pak Menteri Pendidikan.

Dan ini menjadi catatan kita bersama untuk kemajuan bangsa dan negara kita,"pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved