PMKRI Pontianak Nilai Disahkannya UU Cipta Kerja Membuat Masyarakat Kecewa

Sudah selayaknya, kata dia, sebagai warga negara Indonesia menolak dengan sepenuh hati terkait UU Omnibus Law ini.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak, Srilinus Lino . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Presidium PMKRI Cabang Pontianak, Srilinus Lino menilai dengan telah disahkannya UU Cipta Kerja membuat masyarakat kecewa.

"Omnibus Law atau UU Cipta Kerja ini sebagai bentuk puncak penghianatan negara terhadap hak-hak masyarakat adat, lingkungan,buruh, perempuan bahkan kepada generasi yang akan datang," katanya, Selasa 6 Oktober 2020.

Sudah selayaknya, kata dia, sebagai warga negara Indonesia menolak dengan sepenuh hati terkait UU Omnibus Law ini.

Melihat keberpihakan kepada masyarakat dalam UU Omnibus Law ini, lanjut dia, tidak mengakomodir kepentingan masyarakat , katanya.

Bersinergi dengan Christiandy Sanjaya, PMKRI Bagikan Masker di Pontianak

"RUU Omnibus Law mestinya mengakomodir kepentingan rakyat Indonesia bukan malah menyakiti Rakyatnya.

Hari ini kita sedang mempertontonkan kemesraan transaksional antara eksekutif dan legislatif dimana bangsa Indonesia sendiri sedang dalam situasi yang sulit di tengah pandemi covid-19.

Bagaimana tidak di tengah kesulitan yang kita semua rasakan hari ini, DPR malah lebih mementingkan produk RUU Omnibus Law yang hari ini sebagai berita duka bagi pekerja yaitu rakyat Indonesia sendiri," ungkapnya.

Ia pun menilai, UU Omnibus Law Cipta Kerja ini merupakan prestasi transaksional yang dilakukan legislatif dan eksekutif untuk menyengsarakan rakyat Indonesia sendiri. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved