Breaking News:

PlBN Segera Dibangun Pemkab Sintang Usulkan Peningkatan Status Jalan Sepanjang 215 Km ke Pusat

Rakor tersebut membahas permohonan usulan pembangunan dan peningkatan status jaringan jalan di kawasan perbatasan Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimant

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasna mengikuti pelaksaan rapat koordinasi secara virtual yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Senin, 5 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasna mengikuti pelaksaan rapat koordinasi secara virtual yang dilaksanakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Senin, 5 Oktober 2020.

Rakor tersebut membahas permohonan usulan pembangunan dan peningkatan status jaringan jalan di kawasan perbatasan Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

"Pemkab Sintang sudah 11 kali mengusulkan perubahan status jalan Sintang menuju Sungai Kelik ke pemerintah pusat sejak 2008 yang lalu, terakhir surat Bupati Sintang Juli 2020," ungkap Yosepha dalam paparannya yang diikuti Deputi Bidang Pengelola Batas Wilayah Negara sekaligus Pelaksana Harian Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan BNPP Robert Simbolon.

BNPP Sebut Usulan Perubahan Status Jalan yang Diajukan Pemkab Sintang Masuk Akal

Yosepha menyebut, dengan APBD Kabupaten Rp 1,9 triliun rupiah, tak mampu membangun infrastruktur jalan dan jembatan sepanjang 2.289,62 km.

"Dari 1,9 triliun APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2020, dana untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar 145 miliar untuk menangani jalan kabupaten dengan panjang 2.289,62 KM, dana itu kecil," ungkapnya.

Oleh sebab itu Pemkab Sintang meminta dukungan pemerintah pusat agar menyetujui usulan peningkatan dan penanganan jalan kabupaten menjadi jalan nasional sepanjang 215 KM menuju kawasan perbatasan untuk mendukung proyek strategis nasional pembangunan PLBN sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat perbatasan.

Yosepha meyakini, potensi kawasan perbatasan akan berkembang jika jalan dan PLBN Sungai Kelik dibangun, seperti sektor pertambangan batu bara dan bauksit, pertanian, perkebunan dan wisata.

Potensi lainnya, perkebunan karet di sepanjang perbatasan sekitar 16.331 hektar, kebun sawit 295. 478 hektar, dan lada 1. 858 hektar.

"Dengan terbangunnya ruas jalan Sintang-perbatasan, akan menghubungkan ibu kota kabupaten dengan PLBN dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved