Hindari Olahraga Berlebih, dan Kenali Kapasitas Diri Cegah Serangan Jantung

Dokter Eric menyebutkan jika jantung memiliki batas kemampuan, namun terkadang manusia kerap kali memaksakannya untuk bekerja, meskipun tubuh telah me

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dari dulu sudah banyak isu yang beredar di masyarakat, jika berolahraga dapat picu serangan jantung, dan banyak pula pesohor tanah air yang diduga meninggal karena serangan jantung saat beraktivitas termasuk berolahraga.

Untuk menjawab sekaligus mengobati rasa penasaran Tribuners, Triponcast (Tribun Pontianak Official) berikan jawaban lewat dua orang narasumber Bebincang Kesehatan yang sudah tidak asing lagi, yakni Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, dan Dokter Pontianak, dr Chelwy Joycestio Vrixander.

Dalam podcast tersebut, Dokter Eric dan Joy menekankan jika serangan jantung dapat terjadi pada manusia yang berolahraga berlebih.

Dokter Eric menyebutkan jika jantung memiliki batas kemampuan, namun terkadang manusia kerap kali memaksakannya untuk bekerja, meskipun tubuh telah mengindikasikan ketidak mampuannya.

Apa Benar Olahraga Bikin Serangan Jantung?

Ia mencontohkan, jika olahraga seperti fitness atau gym haruslah dimulai dari beban yang ringan terlebih dahulu, karena tubuh perlu beradaptasi.

Dan ia mengingatkan untuk tidak meniru program olahraga orang lain, karena kapasitas tubuh manusia berbeda-beda.

"Pertama mulai dari beban paling ringan karena tubuh kita butuh adaptasi, jangan langsung memasang target, gerakannya harus benar, dan olahraga jangan mengikuti program orang lain, karena harus disesuaikan dengan kemampuan kita, jika tidak, dapat memacu masalah kesehatan dan satu di antaranya jantung.

Yang penting berolahraga tau batasnya, kalau tubuh kita mengindikasikan jika sudah tidak mampu kita harus berhenti, tau kemampuan kita, tau waktu juga diperlukan," imbuhnya memberikan tips.

Dokter Joy juga menyebutkan jika intensitas dan beban olahraga juga memengaruhi resiko serangan jantung.

Menurutnya olahraga harus bersifat individual, karena mengingat kapasitas masing-masing manusia berbeda dan tidak bisa dipukul rata satu dengan yang lainnya.

Ia menjelaskan jika pada kebanyakan kasus meninggal saat beraktivitas ialah karena sebelumnya memang sudah memiliki penyakit jantung.

"Ada penelitian yang menyebutkan jika manusia yang sering berolahraga, dapat meninggal karena jantung, hal ini dapat terjadi karena terdapat penumpukan kalsium di pembuluh jantung koroner, namun saat ini masih belum dapat dipastikan dan masih diteliti lebih lanjut," jelasnya di Triponcast, Jumat 2 Oktober 2020.

Ia menyarankan orang yang berolahraga ringan atau sedang, cukup memulai dengan santai.

Dan bagi yang ingin menjadi atlet harus screening terlebih dahulu, untuk melihat apakah ada penyakit jantung bawaan, sehingga dapat lebih berhati-hati.

"Minimal 150 menit seminggu, untuk meminimalisir resiko serangan jantung," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved