NIAT Sholat Tahajud dan Berapa Rakaat Dianjurkan? Sholat Tahajud Pukul Berapa? Ini Penjelasannya

keutamaan Sholat Tahajud atau fadhilah sholat Tahajud itu yakni di mana Qiyamullail ini adalah sholat sunnah yang paling utama

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
ISTIMEWA
berikut ulasan tentang NIAT Sholat Tahajud dan Berapa Rakaat Dianjurkan? Sholat Tahajud Pukul Berapa? Ini Penjelasan lengkapnya / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sholat Tahajud adalah satu di antara sholat sunnah malam hari yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh seorang Muslim.

Bukannya tanpa alasan, sebab ibadah sholat sunnah yang juga biasa disebut Qiyamullail ini ddiketahui punya banyak keutamaan.

Di mana keutamaan Sholat Tahajud atau fadhilah sholat Tahajud itu yakni di mana Qiyamullail ini adalah sholat sunnah yang paling utama.

Keterangan itu, bisa ditemukan dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

Artinya: “Sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR. An Nasa’i)

Lantas, bagaimana tata cara Sholat Tahajud yang benar? 

NIAT Sholat Tahajud 2 Rakaat dan Bacaannya Lengkap Doa Sholat Tahajud dan Dzikir Serta Artinya

Seperti apa pula niat sholat Tahajud dan berapa rakaat yang dianjurkan?

Selain itu, sholat tahajud pukul berapa sebenarnya yang lebih diutamakan?

Lihat penjelasannya berkut ini:

Tata Cara Sholat Tahajud Hingga Waktu Terbaik

Berikut penjelasan lengkap tentang tata cara sholat tahajud, dimulai dari niat, doa dan beserta artinya yang dirakum dari Buku Risalah Tuntunan Sholat Lengkap karya Drs Moh. Rifa’i:

Waktu Pelaksanaan

Waktu Sholat Tahajud pelaksanaannya dapat dibagi menjadi tiga bagian.

Ketiganya yakni:

1. Mulai dari setelah sholat isya hingga pukul 22.00 (sepertiga malam pertama).

2. Mulai dari pukul 22.00 hingga 01.00 (sepertiga malam kedua).

3. Kira-kira satu jam sebelum memasuki waktu subuh (sepertiga malam ketiga).

Lantas, sholat tahajud pukul berapa yang paling dianjurkan?

Dikutip dari laman Konsultasi Syariah, Ustaz Agung Cahyadi, MA dalam sebuah kolom tanya jawab di laman tersebut menjelaskan bahwa waktu terbaik adalah di sepertiga akhir malam. 

"Waktu pelaksanaan shalat tahajjud/shalat lail itu sangat panjang ; boleh dikerjakan setelah shalat isyak sampai dengan datangnya waktu shalat subuh ( boleh di awalnya, ditengahnya atau diakhirnya ), tetapi waktu terbaik pelaksanaanya adalah di sepertiga akhir malam 

Bacaan Niat Sholat Tahajud, Doa Sholat Tahajud & Tata Cara Shalat Tahajud, Keutamaan Shalat Tahajud

Untuk menghitung sepertiga akhir malam adalah sebagai berikut : yaitu dengan membagi tiga waktu antara datangnya waktu shalat maghrib dan datangnya waktu shalat subuh, Kalau kita anggap saja misalnya bahwa maghrib itu jam 19.00 dan subuh jam 04.00 pagi, berarti ada 9 jam waktu antara maghrib dan subuh, 9 jam dibagi 3 menjadi 3 jam. Jadi sepertiga akhir malamnya ialah 3 jam sebelum jam 4 pagi atau sekitar jam satu malam hingga jam 4 pagi,'' jelasnya.

Penjelasan soal sholat tahajud pukul berapa yang paling dianjurkan ini dapat dilhat di link berikut ini (klik link ini)

Selain itu, dirangkum dari berbagai sumber lain, penjelasan soal sholat tahajud pukul berapa di waktu terbaiknya ini juga bisa dilihat di hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Rabb kami -Tabaroka wa Ta’ala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, “Siapa yang memanjatkan do’a pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya”.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758, dari Abu Hurairah)

Bacaan Niat Sholat Tahajud dan Rakaat yang Dianjurkan

Adapun untuk niat sholat Tahajud dan berapa rakaat yang dianjurkan saat mengerjakan Qiyamullail, terdapat sejumlah pendapat mengenai hal ini. 

Pertama, dirangkum dari berbagai sumber, berdasarkan hadist dari istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni Aisyah r.a. yang berbunyi:

مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. ”

Sementara keteragan dari Ibnu Abbas, niat sholat Tahajud dan berapa rakaat yang dianjurkan adalah berjumlah 13 rakaat.

Ibnu ‘Abbas mengatakan;

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat malam 13 raka’at. ” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764)

Namun, dikutip dari laman Rumaysho, ada pendapat soal niat sholat Tahajud dan berapa rakaat yang dianjurkan ini.

Pendapat itu yakni dari Al Qodhi ‘Iyadh:

وَلَا خِلَاف أَنَّهُ لَيْسَ فِي ذَلِكَ حَدّ لَا يُزَاد عَلَيْهِ وَلَا يَنْقُص مِنْهُ ، وَأَنَّ صَلَاة اللَّيْل مِنْ الطَّاعَات الَّتِي كُلَّمَا زَادَ فِيهَا زَادَ الْأَجْر ، وَإِنَّمَا الْخِلَاف فِي فِعْل النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اِخْتَارَهُ لِنَفْسِهِ

Artinya: “Tidak ada khilaf bahwa tidak ada batasan jumlah raka’at dalam shalat malam, tidak mengapa ditambah atau dikurang. Alasannya, shalat malam adalah bagian dari ketaatan yang apabila seseorang menambah jumlah raka’atnya maka bertambah pula pahalanya. Jika dilakukan seperti ini, maka itu hanya menyelisihi perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyelisihi pilihan yang beliau pilih untuk dirinya sendiri.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, An Nawawi). 

Adapun Niat Sholat Tahajud yakni sebagai berikut: 

صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَىI

Latin: Ushollii sunnatat-Tahajjudi rok’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Saya (berniat) mengerjakan sholat sunnah Tahajjud dua raka’at semata-mata karena Allah Ta’ala,"

Tata Cara Sholat Tahajud ikuti langkah berikut: 

1. Niat sholat

2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah

3. Membaca surat Al Fatihah

4. Membaca surat dari Alquran

5. Ruku’ dengan tuma’ninah

6. I’tidal dengan tuma’ninah

7. Sujud dengan tuma’ninah

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah 

DZIKIR dan Doa Setelah Sholat Tahajud dan Witir Sesuai Sunnah, Doa Setelah Witir Latin dan Artinya

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

11. Membaca surat Al Fatihah

12. Membaca surat dari Alquran

13. Ruku’ dengan tuma’ninah

14. I’tidal dengan tuma’ninah

15. Sujud dengan tuma’ninah

16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

17. Sujud kedua dengan tuma’ninah

18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah

19. Salam

20. Doa sholat tahajudlengkap yang dianjurkan.

Berikut bacaan Doa sholat tahajud lengkap dalam tulisan latin dan artinya yang bisa Anda baca saat menunaikan Qiyamullail

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanatan, wa - fil aakhirati hasanatan, waqinaa adzaaban naar.

Artinya : "Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka".

Atau doa lain hadis Bukhari bahwa Rasulullah membaca doa:

" Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardli wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq."

"Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah."

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar."

"Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Semoga membantu. 

Penulis: Ishak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved