Lepas Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, Nur Rahmad: Jaga Nama Baik Satuan

Bila ada permasalahan yang timbul agar diselesaikan dengan persuasif dan cari solusi yang terbaik agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad melepas keberangkatan Satgas Pamtas Yonif 642/Kps ke tempat tugas untuk menjaga perbatasan sektor barat.  

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad melepas keberangkatan Satgas Pamtas Yonif 642/Kps ke tempat tugas untuk menjaga perbatasan sektor barat.

Jumlah prajurit Satgas Pamtas RI-MLY Batalyon Infantri 642/Kapuas yang dikirim ke perbatasan sektor barat sebanyak 450 personel. Para personel akan disebar ke 29 pos Pamtas.

Menurut Pangdam, di sektor Barat lingkungan dan kondisi geografis daerah penugasan yang akan dihadapi tidak jauh berbeda dengan lingkungan yang seperti sekarang ini sehingga hal tersebut mempermudah personel untuk segera menyesuaikan dengan lingkungan dan masyarakat.

Pangdam Nur Rahmad Lepas Keberangkatan 450 Personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kps

"Bila ada permasalahan yang timbul agar diselesaikan dengan persuasif dan cari solusi yang terbaik agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar," pesan Muhammad Nur Rahmad.

Pangdam menyebut beberapa potensi ancaman yang timbul di sektor Barat di antaranya illegal logging, illegal trading, melintas batas ilegal, penyelundupan narkoba harus diantisipasi oleh Satgas Pamtas.

"Kepada seluruh prajurit yaitu Satgas akan menjadi contoh selama di daerah operasi dan sangat menentukan keberhasilan dalam melaksanakan tugas. Jaga nama baik satuan dengan menghindari permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun satuan," pesannya.

Pesan lainnya, Pangdam meminta Satgas Pamtas jangan mengambil alih peran para tokoh agama tokoh masyarakat, tetapi harus mendukung agar lebih mendapat dukungan dari masyarakat setempat selalu mengawasi anggota pos dalam melaksanakan kegiatan sehingga dapat terarah dan meminimalisir terjadinya pelanggaran.

Satgas juga diminta kembangkan Inovasi dan kreasi dalam pelaksanaan tugas sehingga ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di wilayah perbatasan perhatikan faktor keamanan personel maupun material dalam pelaksanaan.

"Laksanakan tugas pengamanan perbatasan ini secara profesional dalam menjaga integritas NKRI dari ancaman dalam berbagai aksi yang mengganggu keamanan perbatasan darat RI-Malaysia. Pedoman kesehatan dalam setiap pelaksanaan kegiatan serta menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat wilayah perbatasan tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru guna mewujudkan masyarakat produktif," jelas Muhammad Nur Rahmad

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved