Breaking News:

Citizen Reporter

Membumikan Pancasila dengan Aparatur Pemerintahan Sengah Temila, Jadi Ajang Reuni Guru Murid

Menurut Maria Goreti, senator senior tiada bosan dan selalu gigih membumikan Pancasila di hampir seluruh lapisan masyarakat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
FOTO - Foto bersama peserta sosialisasi pembumian Pancasila di Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak Kalimantan Barat Senin (7/9/2020) bertempat di aula Kecamatan Sengah Temila, Pahauman. 

Citizen Reporter
Thomas Diman, Staf DPD RI

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kali ini giliran para aparatur pemerintah di lingkungan Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak yang menjadi ‘sasaran tembak’ kegiatan Pembumian Pancasila.

Menurut hasil survei UIN tahun 2017 yang dimuat dalam Harian KOMPAS lebih separo pelajar dan mahasiswa intoleran terhadap satu sama lainnya. Dalam kurun waktu 2018-2019 sedikitnya terjadi 31 kasus intoleransi di Indonesia.

Ada 12 kasus pelarangan atau pembubaran atas ritual, acara, ceramah dan sebagainya terhadap pelaksanaan agama di Indonesia.

Tindakan ini yang terbanyak’ kata koordinator program imparsial Ardimanto Adiputro di Jakarta Minggu 17 November 2019 silam.

Terjadi juga 11 kali kasus pelarangan mendirikan rumah ibadah.

Tiga kali (3) perusakan tempat ibadah mencakup gedung hingga property, ada dua kasus pelarangan perayaan budaya etnis minoritas, Cap Go Meh.

Bahkan terdapat pula temuan kasus larangan atribut pakaian aliran keagamaan hingga pengusiran terhadap warga yang beda agama.

Nah, menurut penelitian pelaku tindakan tersebut adalah warga sipil serta aparat pemerintah.

Hal ini menandakan pemerintah turut serta menumbuhkan tindakan intoleransi.

Halaman
1234
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved