Breaking News:

Total 32 Kluster Kasus Covid-19 di Kalbar, Kluster Keluarga Mendominasi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa sampai saat ini kluster yang bisa dideteksi sebanyak 32 kluster di Kalbar

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat saat ini sudah memasuki gelombang kedua penyebaran virus Covid-19 . Pemerintah dalam hal ini terus melakukan upaya untuk menekan penularan virus covid-19 di Kalbar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa sampai saat ini kluster yang bisa dideteksi sebanyak 32 kluster di Kalbar dari gelombang satu sampai gelombang kedua.

Ia mengatakan dari 32 kluster yang ada saat ini diantaranya ada 15 kluster yang merupakan kluster keluarga dan 7 kluster masih aktif dan masih ada pasien yang di isolasi yang nantinya akan dilakukan pengambilan sampel swab lagi untuk memastikan apakah virus masih ada atau tidak di dalam tubuh pasien.

Kadiskes Kalbar Umumkan Konfirmasi Positif Covid-19, Penyebaran Sudah Mulai Dari Kluster Keluarga

“Paling dominan kasus dari kluster keluarga termasuk di Kapuas Hulu dan Melawi . Kluster keluarga ini persentasenya 46 persen dari kluster di Kalbar,” ujarnya kepada awak media, Jumat (11/9/2020).

Ia mengatakan saat ini bisa dilihat
bahwa sekarang penularan banyak terjadi dilingkungan keluarga karena anggota keluarga tidak menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Jadi mungkin saat anggota keluarga mereka datang dari luar rumah tidak menjalankan protokol kesehatan dan tertular dari luar . Lalu dirumah juga tidak melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya .

Ia mengatakan seharusnya setelah melakukan aktivitas dari luar rumah ketika pulang harus membersihkan diri seperti mandi , merendam baju di detergen , sebelum berkumpul dengan keluarga.

“Sebenarnya sedapat mungkin kita juga harus menggunakan masker . Apalagi tadinya kita berada di luar rumah. Jadi perlu kehati- hatian bagi keluarga bahwa sekarang terjadi penularan dalam anggota keluarga,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak 32 kluster saat ini merupakan gabungan dari kluster gelombang satu sampai gelombang dua.

“Kalau kita testing dan tracing akan muncul lagi kluster baru dari keluarga dan ini memang perlu menjadikan perhatian kita semua tentang meningkatnya kasus di keluarga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk perkembangan kasus covid-19 di Kalbar dari kasus pertama covid-19 pada 12 Maret 2020 dan meningkat terus sampai 2 juni 2020 yakni kurva pada angka 137 kasus aktif pada gelombang pertama .

Lalu kurva turun lagi pada 22 Juli selama satu minggu nol kasus dan kasus dinyatakan selesai. Namun meningkat lagi kurvanya seiring sering dilaksanakannya testing razia dan naik lagi sampai puncaknya pada 25 Agustus sebanyak 153 kasus aktif di kurva kedua dan merupakan puncak paling tinggi.

Di kurva kedua ini sudah mulai turun lagi dan masih tersisa 86 kasus aktif di Kalbar saat ini .

“Jadi kalau kita ikuti kurva kita ada satu kali meningkat ,dan turun. Lalu sekarang naik lagi , dan turun lagi tersisa 86 kasus aktif pada kurva kedua,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved