BPS Mempawah Adaptasi Proses Sensus di Masa Pandemi
Ia juga mengatakan pada prosesnya pihaknya harus beradaptasi dengan protokol kesehatan dan lebih berhati-hati saat dilapangan.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pandemi COVID 19 cukup berpengaruh pada berbagai bidang, tidak terkecuali pada proses sensus penduduk. Kepala BPS Mempawah, Leila Ayu Zanaria mengatakan pelaksanakan sensus pada masa pandemi covid19 menjadikan BPS melakukan penyesuaian.
"Mulai dari pelatihan petugas yang biasanya dilakukan secara tatap muka diganti menjadi pembelajaran secara mandiri dari media televisi dan radio," ujarnya, Rabu (9/9/2020).
Ia juga mengatakan pada prosesnya pihaknya harus beradaptasi dengan protokol kesehatan dan lebih berhati-hati saat dilapangan.
"Metode pencacahanpun disesuaikan yang biasanya menggunakan metode wawancara sekarang menggunakan metode DOPU (Drop Off Pick Up). Kuesioner atau dokumen C1 dan dokumen pendamping C1 yg merupakan petunjuk pengisian akan diantar ke rumah warga oleh petugas sensus dan warga sendiri yg mengisinya setelah terisi, nanti petugas sensus akan mengambil kembali dokumen tersebut," tuturnya.
• BPS Ajak Warga Kubu Raya Sukses Sensus Penduduk 2020, Anton: Jawaban Jujur Tentukan Pembangunan
Hal ini menurutnya bertujuan untuk meminimalisir kontak fisik antar warga dan petugas sensus. Ia juga berharap masyarakat dapat bersikap kooperatif saat petugas datang melakukan sensus.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Mempawah untuk menerima kedatangan petugas sensus, dan berikanlah jawaban yang benar dan jujur, sehingga data anda tercatat sebagai data yang akurat," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/leila-ayu-zanaria-saat-mendata.jpg)