Profil Duta Bahasa Kalbar 2020, Yenny Tanamkan Pentingnya Literasi

Sehingga komunitas yang ia bentuk menjadi acuannya untuk mengembangkan program kerja sebagai Duta Bahasa Kalimantan Barat 2020.

Tayang:
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Oktavani Yenny Duta Bahasa Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Banyak hal yang menyenangkan saat belajar, dari banyaknya kita belajar, khususnya dalam membaca, dapat membukakan kita jendela dunia," pesan singkat Yenny dalam motivasinya.

Yenny menerangkan, kurangnya kesadaran perihal urgensi literasi para generasi muda saat ini, mengakibatkan mereka tidak dapat berpikir kritis mengenai permasalahan dan sangat mudah terprovokasi dengan isu-isu yang disebarkan, tanpa meng-crosscheck kebenaran.

Dan hal seperti ini, dapat menjadi pemicu perdebatan hingga perpecahan, yang akan mengantarkan bangsa dalam kemunduran.

Oleh karenanya, ia membentuk komunitas dan mengembangkan bahasa daerah dengan menerapkan kamus khusus yang berbasis aplikasi.

Mengenal Komunitas Perempuan Menulis Khatulistiwa, Bangun Semangat Literasi

"Saat ini masih tahap pengembangan.

Saya sudah membuat beberapa kerangka kamus yang mudah dipahami bagi banyak orang.

Contohnya seperti kamus bahasa Inggris-Indonesia.

Jadi target saya itu ingin membuat kamus bahasa daerah yang dapat diartikan menjadi bahasa Indonesia," tuturnya.

Lanjutnya, masih mengenai budaya  literasi, Yenny menilai lingkungan sangat berperan besar dalam pembentukan habit seseorang, satu permasalahan internal yang menjadi penyebab minimnya budaya literasi di Indonesia adalah tidak adanya dorongan/motivasi membaca dari lingkungan sekitar.

Sehingga komunitas yang ia bentuk menjadi acuannya untuk mengembangkan program kerja sebagai Duta Bahasa Kalimantan Barat 2020.

"Jika kita lihat lagi mengenai buruknya budaya literasi generasi muda di Indonesia, maka jangan heran jika pemuda-pemuda kita kalah bersaing dalam hal akademis dengan pemuda di negara lain.

Pembenahan sangatlah diperlukan, untuk menciptakan generasi-generasi terbaik masa depan.

Bangsa kita perlu generasi muda yang kritis, produktif, inovatif, dan solutif.

Bukan generasi yang hanya hobi narsis dan konsumtif," terangnya.

Selain itu, ia mengatakan karena pemuda memiliki peran penting untuk masa depan bangsa dan literasi adalah kunci dasar majunya sebuah peradaban yang selama ini diharapkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved