Breaking News:

Kadiskes Umumkan Kabupaten Kota yang Mengirim 200 Sampel Swab Perminggu, Paling Sedikit Singkawang

Ia mengtakan selama bulan Agustus Kabupaten Ketapang yang paling banyak mengirim sampel swab sebanyak 886 sampel.

TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harrison 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menyampaikan data jumlah sampel swab yang dikirim oleh Kabupaten Kota selama Agustus dan September 2020.

Ia mengtakan selama bulan Agustus Kabupaten Ketapang yang paling banyak mengirim sampel swab sebanyak 886 sampel.

Berikutnya Kabupaten Landak 661 sampel, Kota Pontianak 642 sampel, Kapuas Hulu 431 sampel, dan Sambas 337 sampel.

Sedangkan yang paling kecil adalah Kabupaten Sekadau sebanyak 3 sampel , Kayong Utara 10 sampel , Sanggau 30 sampel, Singkawang 133 sampel, dan Melawi 167 sampel.

Sementara untuk minggu pertama bulan September 2020 Kabupaten Landak tertinggi 566 sampel , Bengkayang 246 sampel , Kota Pontianak 191 sampel , Sambas 182 sampel , Kubu Raya 156 sampel .

“Sementara yang paling sedikit mengirim sampel yakni Singkawang 0 sampel , Kapuas Hulu 1 sampel, Kayong Utara 2 sampel , Sanggau 2 sampel, Ketapang 28 sampel,” ujar Harisson kepada Tribun Pontianak, Minggu (6/9/2020).

Kadiskes Kalbar Anjurkan Maskapai Lampirkan Test PCR Bagi Penumpang untuk Syarat Keberangkatan

Sementara Kabupaten Sintang Melaksanakan swab PCR Mandiri menggunakan mobile PCR pada minggu pertama September sebanyak 208 sampel.

Harisson menegaskan bagi kabupaten yang tidak aktif melakukan tracing agar berhati- hati terhadap penularan kasus yang masif di daerahnya yang berpotensi tidak terbendung dan menjadi fatal.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji pastikan jika daerah tidak mengirim 200 sampel swab dalam seminggu . Maka dana bagi hasil akan ditunda.

Ia mengatakan fokus ke depan salah satunya adalah meminta daerah untuk mengirim swab sebanyak 200 sampel per minggu.

“Kalau tidak kirim swab saya pastikan dana transfer bagi hasil saya tunda. Ada juga satu kepala daerah yang lucu begitu saya ngomong menunda bagi hasil dia pergi ke pakar-pakar di Untan supaya ngomong itu tidak boleh,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved