Breaking News:

Kadiskes Kalbar Anjurkan Maskapai Lampirkan Test PCR Bagi Penumpang untuk Syarat Keberangkatan

Dinas kesehatan Provinsi Kalbar beberapa hari ini telah gencar memeriksa swab terhadap penumpang yang datang dari Surabaya maupun Jakarta melalui Band

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Foto Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menghadiri peresmia Masjid At-Taqwa, Minggu (9/2/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menganjurkan agar setiap maskapai yang membawa penumpang dari luar Kalbar untuk menyertakan hasil Test PCR sebagai syarat terbang.

Hal itu dilakukan sebab sudah beberapa kasus dari pengambilan sampel swab test acak pada penumpang yang datang dari luar Kalbar dinyatakan reaktif bahkan kasus konfirmasi dengan tingkat virus mencapai 15 juta copies virus.

Dinas kesehatan Provinsi Kalbar beberapa hari ini telah gencar memeriksa swab terhadap penumpang yang datang dari Surabaya maupun Jakarta melalui Bandara Supadio Pontianak.

“Giat ini dalam rangka kita melindungi masyarakat Kalbar agar tidak tertular virus yang berasal dari luar Kalbar, karena virus di luar Kalbar ini virulensinya tinggi dengan tingkat penyebaran penularannya sangat tinggi, “ ujarnya, Minggu (6/9/2020).

Kadiskes Kalbar Berang Seorang Warga Kapuas Hulu Nekat Berfoto Bersama Pasien Positif Covid-19

Ia mengatakan Pemprov melalui pihak terkait berusaha untuk menjaga pintu masuk, apabila nanti ada penumpang dari luar Kalbar yang swab PCR nya positif atau rapid testnya reaktif. Maka maskapai tersebut dilarang membawa penumpang ke Kalbar selama dua minggu atau sampai sebulan.

“Saya berharap agar maskapai-maskapai penerbangan yang membawa penumpang ke Kalbar mengharuskan setiap penumpangnya untuk melaksanakan test PCR sebagai salah satu syarat dalam membeli tiket, atau salah satu syarat untuk terbang ke Kalbar, “ ujarnya.

Ia menjelaskan sebab ini akan beresiko kalau tidak dilakukan. Sementara Satgas covid-19 nasional hanya mempersyaratkan rapid test untuk syarat terbang.

“Tapi setelah kami test PCR di sini penumpsng tiba-tiba positif atau kasus konfirmasi. Maka resiko akan ada di maskapai penerbangan, maskapai tidak boleh mengangkut penumpang ke Kalbar selama satu bulan,” jelasnya.

Ia mengharapkan lebih baik maskapai yang membawa penumpang dari luar Kalbar mensyaratkan Test PCR untuk dapat ikut terbang ke Kalbar.

Dinkes Sintang Fasilitasi Tes PCR Bapaslon untuk 4 Kabupaten Wilayah Timur Kalbar

Sebelumnya Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan juga telah ketat melalui Diskes Kalbar melakukan swab test maupun rapid test acak di Bandara Supadio pada penumpang pesawat yang datang dari Luar Kalbar.

Selain itu, untuk pihak maskapai juga selalu diingatkan agar tetap patuh.

Ia menyampaikan apabila berdasarkan ketentuan menteri kesehatan bahwa pasien kasus konfirmasi setelah 10 hari di karantina dinyatakan sembuh tanpa rapid test dan PCR.

Hasil Swab PCR Bakal Calon Wakil Bupati Sintang Negatif Corona, Syarifuddin Siap Berkompetisi

Maka itu akan membayakan daerah karena ternyata yang di Luar Kalbar yang masuk ke Kalbar setelah 14 hari di swab kandungan virusnya masih di atas 6 juta. Jadi masih potensi untuk menjangkiti dan baru sembuh setelah 16 hari.

“Sehingga saya mengambil keputusan orang yang sudah 12 hari di Karantina dia harus di swab kembali atau di rapid test. Pokoknya Bandara kita periksa. Kalau rapid test reaktif dan swab positif ,maka saya larang bawa penumpang kalau perlu sampai dua tiga bulan ,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved