Pelabuhan Kijing Diharap Berikan Kontribusi untuk PAD Kalbar
Jadi, kita juga mau melihat berapa kira-kira volume ekspor CPO melalui terminal ini pertahunnya
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H Irsan, S.Ag, MH mengapreasiasi atas ekspor perdana 5000 MT CPO ke India di Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalbar.
"Dengan adanya pengiriman perdana ini dan berkelanjutan bisa memberikan kontribusi buat PAD Kalbar dan memberikan multi effect bagi masyarakat sekitar dan Kabupaten Mempawah," tegas H. Irsan, Rabu (2/9/2020).
Legislator dapil Mempawah-Kubu Raya ini pun mendorong supaya Instansi terkait baik vertikal maupun Instansi daerah mempercepat untuk memasukan terminal kijing ini menjadi kawasan kepabean, sehingga bisa mendapatkan pajak ekspor, baik itu Bea keluar (BK) dan pungutan ekspor (PE), sesuai ketentuan yang berlaku.
• Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah Ekspor Perdana 5000 MT CPO ke India
"Pelabuhan kijing, kita harapkan menjadi pelabuhan utama di provinsi Kalimantan Barat, berperan sebagai sentra dari pendistribusian CPO baik untuk ekspor maupun pasokan dalam negeri," kata Irsan.
"Jadi, kita juga mau melihat berapa kira-kira volume ekspor CPO melalui terminal ini pertahunnya. Berapa kapasitas tangki timbunnya, dan fasilitas pendukung lainnya. Sehingga pelabuhan kijing bisa bersaing juga dengan pelabuhan Dumai Riau, Belawan Sumut yang saat ini menjadi leader ekspor di Indonesia," tambahnya.
Dengan beroperasinya terminal ini, tentu, kata H Irsan, juga akan terjadi arus kendaraan di jalan raya. Sehingga harus diperhatikan juga infrastruktur pendukung lainnya.
"Dengan demikian terminal kijing ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi propinsi Kalimantan Barat maupun Kabupaten Mempawah," kata H. Irsan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/irsan-kijing.jpg)