Tangis Haru Warga Singkawang Ini Usai Terima Bantuan Bedah Rumah dari TNI
Sujino bersama istri dan empat anaknya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga kesulitan untuk membiayai perbaikan rumah.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sujino (49), warga Jl Padat Karya, Sungai Wie, Singkawang Tengah, Kalbar, meneteskan air mata saat menerima kunci rumah dari Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny.
Ini merupakan bantuan program bedah rumah dari Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.
Rumah Sujino sebelumnya rusak dan tidak layak huni, kini telah diperbaiki hingga berdiri kokoh lengkap dengan lantai porselen, ruang tamu, dapur, toilet dan sebuah kamar.
Ia tak berhenti menangis lantaran mengingat rumah miliknya tersebut telah 20 tahun tidak pernah diperbaiki hingga ketika hujan, air bahkan masuk kerumah menetes dari atap yang rusak.
Sujino bersama istri dan empat anaknya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hingga kesulitan untuk membiayai perbaikan rumah.
• Danrem Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kuala Secapah, Ronny: Semoga Bantuan Ini Bermanfaat
• Danrem Brigjen TNI Ronny Bangga Serahkan Penghargaan untuk 7 Babinsa Berprestasi
Hingga akhirnya, ia merupakan salah satu warga dari Kota Singkawang yang terpilih sebagai penerima program renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa untuk menyambut hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.
"Alhamdulillah ya Allah, kami sekeluarga benar-benar sangat berterimakasih kepada Kasad, kepada Danrem, kepada Dandim, Danramil dan jajaran TNI yang telah memberikan kami bantuan ini.
Rasanya kami tidak bisa berkata-kata untuk mengucapkan terimakasih," ujar Sujino kepada awak media sembari merintikan air mata, Sabtu (29/8/2020).
Ia kemudian bertekad untuk mengurus dengan baik rumah yang telah dikerjakan oleh para prajurit TNI dengan penuh keringat.
• Pangdam XII/Tpr Gandeng Club Pecinta Lingkungan Hijaukan Pontianak
Sujino menerangkan dirinya sangat kagum dengan kerja keras TNI, pasalnya rumah yang begitu kokoh tersebut dikerjakan tidak lebih dari satu bulan.
"Dari awal pengerjaan, hanya 15 hari sudah selesai, bahkan saya cuma kebagian bantu-bantu sedikit," ujar Sujino.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/brigjen-tni-ronny-secara-simbolis-serahkan-plakat-kepada-sujino.jpg)