Tiga Kecamatan Rawan Karhutla, Polresta Pontianak Turunkan Satgas
Kami secara intens melakukan sosialisasi, patroli, pemasangan spanduk peringatan cegah karhutla
Ada pula Peraturan Gubernur Kalbar Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Lahan Areal Pertanian yang Berbasis Kearifan Lokal.
Kombespol Komarudin menerangkan, karakteristik lahan di Kota Pontianak tidak digunakan untuk pertanian ataupun perkebunan, namun banyak digunakan untuk membuka perumahan.
Untuk itu, Kapolresta menegaskan akan memberikan sanksi pidana yang tegas kepada pihak-pihak yang membakar lahannya sebelum digunakan sebagai perumahan.
"Untuk karakteristik di Kota Pontianak, lahan yang 500 lebih hektare tadi itu bukan lahan pertanian atau perkebunan. Hanya hamparan yang dimiliki seseorang, yang akan kita pantau bila akan dimanfaatkan, proses bagaimana membuka lahannya dan sebagainya," ujarnya.
"Kami imbau, sekiranya akan digunakan untuk perumahan, lakukan sesuai dengan SOP. Jangan membuka lahannya dengan membakar, ada sanksi pidananya bagi yang melanggar," tegasnya.
Kemarau Basah
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio-Pontianak, Sutikno SP, menyampaikan prakiraan curah hujan di Kalbar dan Pontianak khususnya, pada tahun 2020 ini akan lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal itu dijelaskan lantaran ada tiga penyebab utamanya. Pertama, karena suhu muka laut di sekitar Kalbar yang hangat sehingga potensi penguapan sebagai bahan baku pembentukan awan hujan banyak tersedia.
Kedua, kelembaban udara di lapisan atas atmosfer yang tinggi sehingga uap air yang naik ke atas mudah terbentuk menjadi awan. Kemudian ketiga, disebabkan oleh pola angin yang mendukung pembentukan awan hujan di kalbar.
"Mulai hari ini diprakirakan hujan mulai banyak lagi di Kalbar. Secara umum hingga akhir bulan Agustus 2020 nanti hujan akan banyak di Kalbar," katanya saat diwawancarai Tribun pada Kamis (13/8).
Demikian pula pada September 2020 nanti, diprakirakan wilayah Kalbar juga akan banyak diguyur hujan.
"Jadi potensi curah hujan rendah ke depan sudah kecil peluangnya," jelasnya.
Dengan kondisi ini, menurut Sutikno, pada tahun ini yang akan terjadi di Kalbar adalah kemarau basah.
"Artinya masih banyak hujan walaupun di musim kemarau, sifat hujan dominan di atas normal," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-pelaksana-bpbd-kota-pontianak-saptiko.jpg)