Transmart Siap Hadapi Tantangan dan Peluang Bisnis Retail di Saat Pandemi
General Manager Transmart Kubu Raya, Dwi Henry menyatakan kesiapan Transmart dalam menghadapi tantangan serta peluang bisnis retail di masa pandemi Co
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Dampak pandemi Covid-19 sudah teras terutama pada sektor ekonomi. Belum lama ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar merilis pertumbuhan ekonomi Kalbar pada kuartal II 2020 terjadi kontraksi 3,40 persen.
Sektor yang cukup terpukul adalah bisnis ritel. Oleh sebab itu, masyarakat pun mengerem konsumsinya yang berimbas pada penjualan di sektor retail, baik di toko-toko maupun pusat perbelanjaan besar seperti mal.
General Manager Transmart Kubu Raya, Dwi Henry menyatakan kesiapan Transmart dalam menghadapi tantangan serta peluang bisnis retail di masa pandemi Covid-19.
"Tantangan saat ini, kunjungan hanya diperbolehkan 50 persen. Kami pun memikirkan berbagai strategi, agar bisnis ini dapat terus berjalan. Kami berpikir bagaimana harus menghidupi karyawan kami serta keluarganya melalui bisnis retail ini," jelasnya kepada Tribun Pontianak, Selasa (11/8/2020).
Di masa transisi Covid-19, Transmart melihat ada peluang yang dapat diraih, yakni dengan melakukan inovasi, satu di antaranya memanfaatkan layanan online.
"Situasi ini, kami mengatur strategi dengan memanfaatkan layanan online. Kami juga memiliki katalog transmart melalui aplikasi sehingga customer dapat berbelanja berbagai produk secara online," ungkapnya.
"10 ribu lebih barang dapat dibeli melalui aplikasi Transmart. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, fashion, hingga elektronik bisa didapatkan," tambahnya.
• Selagi Ikuti Protokol Kesehatan, Pengunjung Transmart Akui Tak Khawatir
Sebelumnya, pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu sangat memukul sektor retail serta menjadi tantangan bagi Transmart Kubu Raya.
Saat itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengeluarkan himbauan berkaitan dengan jam operasional hingga memasuki era new normal dengan kebiasaan baru.
"Pandemi ini sudah berjalan 6 bulan, kami turut terkena imbasnya. Kalau kita flashback kembali, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui pak bupati mengeluarkan surat pertanggal 18 Maret 2020, ini adalah pertama kali beliau mengeluarkan surat himbauan untuk mengurangi jam pelayanan," ujarnya.
Lebih lanjut, Dwi Henry menuturkan hingga saat ini, pihaknya belum dapat memulihkan bagian untuk nonton bioskop, bahkan di seluruh Indonesia juga demikian.
"Namun, kami terus melakukan simulasi-simulasi, sehingga masyarakat dapat menonton dan keamanan serta kenyamanan pun terjaga. Dari sisi belanja, hiburan, makanan hingga wahana permainan sudah dapat dinikmati masyarakat, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku," terangnya.
Walaupun demikian, manajemen Transmart Kubu Raya memastikan Transmart akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan customer bahkan saat penerapan new normal di Kalimantan Barat.
"Mulai dari cuci tangan, kemudian dilakukan screening hingga cek suhu tubuh. Kami tetap mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," tuturnya.
Dwi Henry pun menyatakan, Transmart Kubu Raya tetap mengedepankan protokol kesehatan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat saat mengunjungi satu di antara store terbesar wilayah Kalbar.