Bupati Karolin Minta Petani Ubah Pola Pikir Sesuai Perkembangan Zaman
kedatangannya tersebut merupakan salah satu cara untuk memastikan bantuan benih padi dan alsintan tersebut diterima oleh para petani dan benar-benar
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa kembali melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke desa-desa di Kecamatan Ngabang yang didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak, Camat Ngabang.
Kepala Desa Amboyo Inti, Kepala Desa Amboyo Utara, Kepala Desa Amboyo Selatan, Kepala Desa Pak Mayan, Kepala Desa Antan Rayan, Kepala Desa Amang dan Kepala Desa Penyaho Dangku.
Kunker yang dilaksanakan tersebut, dalam rangka melakukan pembagian bibit benih padi dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada para kelompok tani yang bertempat di masing-masing setiap Kantor Desa pada Kamis (6/8/2020).
Bantuan yang diserahkan berupa benih padi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebanyak 832 ton, dan akan terus disalurkan ke kecamatan di Kabupaten Landak.
Serta bantuan Alsintan yang merupakan program dari Bupati Landak kepada para petani di Kabupaten Landak.
• Kunjungan ke Desa-Desa, Bupati Karolin Minta Petani Optimalkan Lahan Menganggur
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, kedatangannya tersebut merupakan salah satu cara untuk memastikan bantuan benih padi dan alsintan tersebut diterima oleh para petani dan benar-benar dimanfaatkan secara baik.
"Kedatangan saya ini untuk mengecek langsung bantuan tersebut sudah sampai kepada bapak dan ibu petani, sehingga benih tersebut dapat langsung digunakan pada masa tanam berikutnya. Selain itu, Saya juga mengecek kebenaran data para petani didalan kelaompok tani, karena biasanya bnayak juga data petani yang fiktif. kedepan pendataan kelompok tani harus dilakukan secara online melalui aolikasi Simluhtan," ungkap karolin.
Lebih lanjut Bupati Landak meminta petani untuk bergerak lebih maju, meningkatkan pertanian di Kabupaten Landak dengan mengubah pola pikir yang modern sesuai perkembangan zaman.
"Mari Kita mengubah pola pikir bertani ini menuju pertanian modern dengan cara selalu belajar dan mengikuti perkembangan zaman, karena hal tersebut bermanfaat untuk para petani juga seperti jika pola yang lama menanam padi itu hanya untuk 1 tahun sekali, dengan pola pikir modern Kita bisa menanam padi 1 tahun 3 kali tanam. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta pendapatan para petani," terang Karolin.
Benih padi yang diberikan ini merupakan benih padi untuk lahan sawah dan lahan kering kali ini meliputi Desa Amboyo Inti sebanyak 2,5 ton, Desa Ambarang sebanyak 625 kg, Desa Amboyo Utara sebanyak 14 ton, Desa Amboyo Selatan 6,25 ton, Desa Pak Mayan 625 kg, Desa Antan Rayan sebanyak 1,875 ton, Desa Amang 7,7 ton dan Desa Penyaho Dangku 2,5 ton. Sedangkan untuk Alat Mesin Pertanian Kecamatan Ngabang mendapatkan 11 unit Alsintan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/saat-menyerahkan-bibit-padi-dan-alsintan.jpg)