Penjelasan PERPAMSI Kalbar Sebut PDAM Putussibau Kurang Sehat

Jadi PDAM Putussibau di Kapuas Hulu merupakan salah satu termasuk kurang sehat, diharapkan kedepannya segera menjadi sehat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Ketua PD PERPAMSI Provinsi Kalbar Lajito, saat di Putussibau, dalam acara Rakerda PD PERPAMSI Provinsi Kalbar, di Hotel Banana Putussibau, Jumat (7/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Dalam acara rapat kerja daerah (Rakerda) PD Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) se Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020, di Kapuas Hulu, Jumat (7/8/2020).

Ketua DPD PERPAMSI Provinsi Kalbar, Lajito menyatakan jumlah PDAM di Provinsi Kalbar ada sebanyak 13 PDAM, dimana ada 8 PDAM dinyatakan sehat, 3 PDAM kurang sehat, dan 2 PDAM masih kondisi sakit.

"Jadi PDAM Putussibau di Kapuas Hulu merupakan salah satu termasuk kurang sehat, diharapkan kedepannya segera menjadi sehat," ujarnya kepada wartawan.

Gara-gara Takut Layangan Putus Warga Pontianak Dicekik dan Wajah Dipukul Hingga Babak Belur

Dalam hal tersebut, kata Lajito pihaknya telah meminta Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, agar membantu kembali penyertaan modal PDAM Tirta Putussibau.

"Diharapkan, agar kurang sehat menjadi sehat, baik dari segi modal, kualitas air, SDM, dan pelayanan," ucapnya.

Menurutnya, apabila PDAM kurang sehat dan sakit, maka akan terpengaruh dengan tarif pembayaran perbulan bagi konsumen.

"Maka harus lebih baik lagi kedepannya," ujarnya.

Lajito mengakui, kualitas air PDAM belum sesuai harapan seperti air minum atau bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Karena, harus membutuhkan biaya cukup besar, tapi akan menuju ke perusahaan air minum yang sehat di konsumsi oleh masyarakat.

"Kami akan terus berjuang untuk selalu meningkatkan pelayanan PDAM ke masyarakat, terutama agar air ledeng bisa di konsumsi oleh masyarakat," ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved