Breaking News:

Kuliah BSI Aja

Tips Usaha Tetap Eksis di Masa New Normal, UBSI Pontianak Beberkan Pain Pointnya

Di sini para pengusaha harus mengubah strategi penjualannya demi mempertahankan usaha mereka agar tetap eksis.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Mahasiswa UBSI Pontianak di Entrepreneur Fair. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - New normal adalah istilah yang digunakan oleh banyak negara untuk menggambarkan kondisi yang berjalan sekarang ini setelah masa pandemi Covid-19 menyerang.

Pandemi ini bukan hanya menyerang dibidang kesehatan, tetapi juga berdampak negatif pada berbagai bidang termasuk ekonomi khususnya bidang usaha.

Usaha yang telah berjalan sangat merasakan dampak pandemi Covid-19, karena berkurangnya daya beli pelanggan dan susahnya mencari pelanggan baru dengan strategi penjualan sebelumnya.

Di sini para pengusaha harus mengubah strategi penjualannya demi mempertahankan usaha mereka agar tetap eksis.

Salah satu strategi yang bisa diakukan oleh pengusaha adalah menemukan pain point baru dari pelanggan.

Karena dengan masa new normal hampir semua kebiasaan belanja pelanggan menjadi berubah.

"Pain point dapat mengelaborasi ‘new habbit customer behavior’ dalam berbelanja. Sehingga para pengusaha dapat menyesuaikan strategi penjualan dengan tidak menyampingkan solusi yang terbaik untuk customer," ujar Windi Irmayani, Dosen Entrepreneurship UBSI Kampus Pontianak, Kamis (6/8/2020).

UBSI Pontianak Gelar Webinar Scrum & Trello untuk Kelola Produktivitas Development Team

Pain point adalah permasalahan yang dialami pelanggan yang dapat digunakan untuk mengelaborasi peluang untuk usaha yang masih berjalan maupun untuk membangun usaha baru.

Pain point didapat dengan berbagai cara antara lain, survey pasar baik dari pelanggan maupun melakukan survey online ke ‘random market’.

Seperti apa yang menjadi keresahan pelanggan dalam berbelanja maupun apa yang menjadi kebutuhan mereka di era new normal ini.

Contoh yang dapat diambil adalah layanan penjualan online yang menjadi pilihan utama di era new normal ini dikarenakan dianggap lebih aman dan efektif bagi pelanggan.

Selain itu makanan beku atau frozen food menjadi kebutuhan baru bagi keluarga karena dianggap lebih praktis.

“Di sinilah pengusaha harus cepat mengambil keputusan untuk merubah strategi berdasarkan pain point yang didapat, agar usaha tetap eksis dan menjaga performance layanan kepada pelanggan,” tambahnya.

Kampus UBSI Pontianak Dorong Mahasiswa Jadi Programmer di Era Industry 4.0 dan Society 5.0

Menanggapi hal ini, Nurmalasari, Ketua BSI entrepreneur Center (BEC) UBSI Pontianak mengatakan bahwa mahasiswa UBSI juga harus berubah pola dan strategi usahanya.

Kemudian bisa berdiskusi di inkubator BEC yang telah disediakan sebagai wadah untuk kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha. (*)

Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved