Breaking News:

Pemkot Pontianak Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Mulai diterapkanya kebijakan adaptasi kebiasaan baru diharapkan bisa berdampak pada peningkatan retribusi pajak parkir.

TRIBUNPONTIANAK/HAMDAN DARSANI
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak terus merumuskan sejumlah langkah dan upaya untuk memulihkan perekonomian di Kota Pontianak setelah ditengah wabah pandemi covid 19 yang masih melanda.

Satu di antara langkah yang dilakukan adalah memaksimalkan potensi pendapatan daerah, itu menjadi pekerjaan rumah sebab dampak pandemi Covid-19 berpengaruh pada menurunnya pendapatan yang sangat luar biasa.

Mulai diterapkanya kebijakan adaptasi kebiasaan baru diharapkan bisa berdampak pada peningkatan retribusi pajak parkir. Selama pandemi Covid-19, banyak yang melakukan kerja dari rumah.

Dengan dibukanya beberapa sektor walaupun dengan protokol kesehatan diharapkan bisa lebih memacu pemulihan ekonomi. Pemkot Pontianak sangat optimis jika pandemi Covid-19 berjalan stagnan dan sekarang berada di titik nol bisa dipertahankan maka dengan segala upaya untuk memberlakukan protokol kesehatan, bisa memulihkan perekonomian.

Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono terus memotivasi pelaku usaha untuk terus meningkatkan usahanya. protokol kesehatan tidak akan menjadi kendala usaha. Dirinya menyebutkan terhadap pelaku UMKM akan diberdayakan. Bahkan sudah ada penandatanganan kerjasama dengan OK OCE sehingga menjadi solusi bagi UMKM.

Walikota Pontianak Apresiasi Panitia Gunakan Besek untuk Wadah Daging Kurban

Tak Hanya Itu Pemerintah Kota Pontianak secara resmi mengeluarkan kebijakan relaksasi terhadap empat jenis pajak yang menjadi sumber pendapatan pemerintah Kota Pontianak.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk memberikan stimulasi ekonomi bagi pelaku usaha untuk merecoveri keuangan para pelaku usaha di Kota Pontianak. Keempat jenis pajak tersebut di antaranya Pajak hiburan, pajak hotel, pajak restoran dan pajak parkir.

Relaksasi pajak akan diberikan selama dua bulan dengan pembayaran hanya sebesar 50 persen dari pajak yang mesti dikeluarkan.

"Para wajib pajak itu hanya membayar 50 persen dari total yang mesti dibayarkan. Kebijakan ini dikeluarkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi usaha kecil dan mikro yang mengalami penurunan omset karena dihantam pandemi Covid-19," ujarnya.

Ia mengharapkan dengan adanya relaksasi itu dunia usaha mulai pulih, dengan demikian berdampak pada pendapatan pajak untuk Pemerintah Kota Pontianak dengan harapan kembali meningkat.

“Kami berharap September hingga empat bulan ke depan, pendapatan pajak berangsur-angsur membaik,” ujarnya. (*)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved