Warga Keluhkan Tidak Kebagian Elpiji 3 Kg, Muslimin Upayakan Operasi Pasar Kedua Khusus Roban
Namun, berberapa warga mengeluh lantaran tidak kebagian elpiji 3 kg yang disediakan pada Operasi Pasar tersebut.
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Operasi Pasar LPG 3 Kg digelar oleh Dinas Perdagangan Kota Singakawang bersama Pertamina di tiga titik, yaitu Kantor Camat Singkawang Tengah, Kantor Lurah Roban dan Kantor Camat Singkawang Barat, telah berakhir.
Namun, berberapa warga mengeluh lantaran tidak kebagian elpiji 3 kg yang disediakan pada Operasi Pasar tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian koperasi dan UKM (Padaginkop UKM) Kota Singkawang, Muslimin menuturkan dirinya telah berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan meminta Pertamina untuk menyediakan tabung gas elpiji 3 kg dengan jumlah besar.
"Ini sudah jumlah tabung yang cukup banyak, karena satu titik ini kita mintakan 560 tabung, sesuai delivery order (DO), sedangkan di Kota Singkawang terdapat 9 titik yang, artinya sudah lebih 5000 tabung," ujar Muslimin kepada awak media seusai ditemui setelah pelaksanaan Operasi Pasar, Selasa (28/7/2020).
Ia menuturkan telah mendengar secara langsung berberapa keluhan warga yang disampai kepadanya, bahkan dari hasil peninjauan di lapangan, ia mendapati atrian yang sangat banyak pada Operasi Pasar di titik Kantor Kelurahan Roban.
"Bahkan 560 tabung itu bisa habis cuma satu jam setengah, padahal atrian masih terlihat sangat panjang," ujar Muslimin.
• DPRD Singkawang Dukung Operasi Pasar LPG 3Kg, Paryanto: Banyak Warga Melaporkan Kesulitan Gas
Dari itu, ia menuturkan dirinya telah berkoordinasi dengan Lurah Roban serta melihat data dari Dinas Sosial, didapatinya jumlah penduduk kurang mampu terbanyak ada di Kelurahan Roban, yaitu dua ribu lebih jiwa.
Sehingga, ia menerangkan kusus Kelurahan Roban, dirinya akan mengupayakan kepada Pertamina untuk sedapatnya menyediakan kembali tabung gas sehingga dapat digelar Operasi Pasar tahap dua khusus di Kelurahan Roban pada minggu berikutnya.
Selain itu, ia menjelaskan Operasi Pasar yang digelar Dinas Perdagangan sebetulnya bukan merupakan cara penyelesaian permasalahan kelangkaan elpiji.
Hanya saja, ia tetap berusaha membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, terlebih menyambut hari raya Idul Adha.
"Kita tidak bisa mengalokasikan Operasi Pasar ini untuk memberikan kepada seluruh KK miskin di Kota Singkawang," ujarnya.
Hal tersebut ia sampaikan agar kedepannya pendistribusian elpiji bersubsidi 3 kg oleh Pertamina dapat lebih merata kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Muslimin menuturkan Dinas Perdagangan Kota Singkawang tidak memiliki kewenangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan elpiji 3 kg tersebut.
Dari penuturannya, pihak Pertamina lah yang memiliki kuasa penuh terhadap pendistribusian elpiji bersubsidi kepada agen dan pangkalan gas.
"Kami dari Dinas Perdagangan hanya memonitor dan menerima keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan harga, kami tidak dapat mengatur agen dan pangkalan dalam proses pendistribusian, kewenangan tersebut ada pada Pertamina," jelas Muslimin. (*)