Breaking News:

Jelang Masuk Sekolah, Diskes Kalbar Lakukan Rapid Rest 423 Siswa SMAN 1 Pontianak

Kali ini Diskes Kalbar kembali melakukan rapid test kepada 423 siswa kelas XII SMA N 1 Pontianak.

TRIBUN PONTIANAK/Ni Made Gunarsih
Suasana Rapid test yang dilakukan oleh Siswa Kelas XII SMAN 1 Pontianak dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka bertempat di gedung SMAN 1 Pontianak, pada Senin (27/07/2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jelang masuk sekolah pada 1 Agustus 2020 Pemprov Kalbar melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar gencar melakukan swab dan rapid test terhadap guru dan siswa.

Sebelumnya Diskes Kalbar bersama Diskes Kota Pontianak telah melakukan rapid test kepads guru di SMA N 1 Pontianak dan SMP N 1 Pontianak.

Kali ini Diskes Kalbar kembali melakukan rapid test kepada 423 siswa kelas XII SMA N 1 Pontianak yang merupakan satu diantara rangkaian kegiatan jelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang berlangsung pada 1 Agustus 2020 mendatang.

DLH Kota Pontianak Tutup Tempat Pembuangan Sampah di Pasar Kemuning

Kadiskes Kalbar, Harisson menyampaikan bahwa swabs PCR dan Rapid Test yang dilaksanakan ini untuk melihat situasi atau status kesehatan guru dan murid sekolah terhadap penyebaran covid19.

"Ini juga sebagai persiapan kalau nanti proses belajar mengajar di sekolah kita lakukan secara tatap muka," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin (27/7/2020).

Lanjutnya menyampaikan yang jelas guru, petugas pendukung dan murid atau warga sekolah harus bisa dipastikan mereka sedang tidak tertular covid-19 untuk bisa menghadiri proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.

"Untuk guru dan petugas pendukung kita lakukan pemeriksaan RT PCR dengan cara pengambilan sampel swabs naso-orofaring. Kalau murid kita lalukan pemeriksaan rapid test," jelasnya.

Ia menjaskan untuk Rapid ada 2 jenis yang pertama yakni Rapid antigen dengan cara di swabs naso-orofaring. Kedua Rapid Antibodi dengan cara
diambil darah di ujung jari tangan.

"Kalau ada guru atau murid atau warga sekolah yang positif. Maka akan kita isolasi dulu sampai dinyatakan sembuh, baru setelah itu mereka boleh melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka," jelasnya.

Ia menegaskan bagi guru, murid atau warga sekolah yang belum diperiksa atau menolak diperiksa, maka mereka tidak boleh ikut proses belajar mengajar secara tatap muka.

"Karena kita belum bisa memastikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak tertular covid-19," ucapnya.

Daripada nanti ternyata yang bersangkutan sedang tertular covid-19 Lalu dia hadir disekolah dan menularkan kepada yang lain, lebih baik dia tidak usah ikut kegiatan di sekolah. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved