Breaking News:

Sambas Terbuka untuk Investor Yang Ingin Berinvestasi, Atbah: Kita Permudah Sesuai Aturan

Investasi perkebunan tebu dan pabrik pengolahannya nanti, kita harapkan dapat memberikan kontribusi untuk daerah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Zulpian/Ajudan Bupati Sambas
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili bersama Kadis Pertanian dan ketahanan pangan Yayan Kurniawan saat menerima kedatangan Investor Tebu di kantor Bupati Kabupaten Sambas. 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Yayan Kurniawan mengatakan, pada prinsipnya Kabupaten Sambas selalu terbuka dengan proposal-proposal investasi.

Kata Yayan, untuk pengembangan tanaman pangan pada kawasan hutan, dijelaskan dia dapat dilakukan dengan mekanisme kerjasama.

Namun demikian, untuk selanjutnya perlu di survey lebih dahulu lahan yang akan digunakan.

"Insya Allah, pengajuan investasi tebu dan pabrik pengolahannya, diperlukan survey untuk diupayakan kepastian luas tanam," ujar Yayan Kurniawan, Jumat (17/7/2020).

Ungkapnya, survey lokasi itu diperlukan untuk memastikan kesesuaian lahan dan rencana tanam yang akan dilaksanakan.

"Dan Area yang dikerjasamakan harus sesuai dengan kesesuaian lahan komoditas pangan yang diusahakan," papar Yayan Kurniawan .


Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sambas, Suhendri mengatakan pola kemitraan diyakini cocok untuk investasi pada bidang perkebunan tebu.

Menurut dia, itu karena akan berdampak pada pendapatan daerah.

"Investasi perkebunan tebu dan pabrik pengolahannya nanti, kita harapkan dapat memberikan kontribusi untuk daerah,"tutup Yayan Kurniawan.
Sesuai Aturan
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengungkapkan jika dirinya mendukung penuh adanya kegiatan investasi perkebunan tebu yang dilengkapi dengan pabrik pengolahannya di Kabupaten Sambas.

Atbah mengungkapkan, pihaknya juga akan memberikan izin sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Penegasan itu, dikemukakan oleh Bupati Sambas saat menerima investor tebu di Ruang Reformasi Birokrasi Kantor Bupati Sambas.

Bupati Atbah Sebut Sambas Konsen Cegah dan Awasi Karhutla


Namun demikian, ia memberi catatan kepada pihak investor. Catatan tersebut kata Bupati, dimana investor harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Sambas.

"Pemerintah Kabupaten Sambas, selalu mendukung hadirnya investasi di daerah kita. Insya Allah semua urusan investasi, kita permudah sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku," ujar Atbah.

Lebih lanjut ia menuturkan jika dirinya berharap agar investor Tebu, segera merealisasikan niat investasinya di Kabupaten Sambas.

Dengan begitu kata Atbah, ia yakin dengan masuknya investasi tebu ke Sambas, juga akan berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat Sambas.

"Kabupaten Sambas memerlukan investasi, insya Allah, dengan adanya penanaman modal di Kabupaten Sambas, akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan dapat berkontribusi untuk pendapatan daerah," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan, agar jangan sampai investasi justru menimbulkan masalah. Karenanya ia tegaskan, investasi terbaik nantinya harus bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah dan perusahaan.

"Semoga masyarakat kedepannya selalu mendukung hadirnya investasi di Kabupaten Sambas," harapnya.
Dampak Nyata
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi mengatakan Investasi yang masuk Ke Kabupaten Sambas harus bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Bukan hanya kepada pendapatan daerah, tapi juga untuk kesejahteraan dan membuka lapangan kerja.

"Artinya sederhana, rakyat dapat apa dari investasi ini? Apakah gula yang murah, atau diserapnya tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar, atau keduanya," ujar Bagus Setiadi.

Lihat Kesiapan Pengamanan Pilkada 2020, Polda Kalbar Lakukan Asistensi di Polres Bengkayang


"Atau kita hanya dapat pendapatan pajak saja, ini yang harus ditegaskan," ungkap Bagus.

Kata Politisi asal Dapil Tebas itu, Sambas memiliki potensi dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Itu artinya kata Bagus, untuk memajukan Sambas tidak harus menunggu masuknya investasi dari luar.

"Mungkin di tahun berikutnya kita berharap agar pemerintah bisa memanfaatkan SDA dan SDM Sambas yang melimpah. Sederhananya ada perusahaan pangan daerah yang bisa mengelola ini semua," tegasnya.

"Pasar kita adalah seluruh masyarakat Kabupaten Sambas dan Kabupaten lainnya di Kalbar, semoga kelak ini bisa dimaksimalkan," tutup Bagus Setiadi.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved