LPM Untan Pontianak Tetap Survive di Tengah Pandemi Covid-19

Selain itu, kendala yang harus dihadapi selama pandemi ini ialah kekurangan jumlah reporter, dikarenakan banyak anggotanya yang pulang kampung.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/ Rizki Fadriani
Foto bersama Lembaga Pers Mahasiswa Untan di studio Triponcast, Kamis,(16/7/2020). -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dilema dunia terhadap pandemi Covid-19 memang memberatkan banyak pihak, tak terkecuali organisasi di lingkungan kampus.

Seperti satu di antara organisasi besar yang dimiliki oleh Universitas Tanjungpura (Untan) yakni Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Untan, terpaksa merasakan dampaknya di tengah pandemi ini dengan mengurangi intensitas publikasi, Kamis (16/7/2020).

Ketika mengisi Tripon cast (Tribun Pontianak Official Podcast) di kantor Tribun Pontianak, Ketua Umum LPM Untan, yakni Sekar Aprilia Maharani menceritakan bagaimana ia dan para anggotanya berjuang di tengah pandemi.

Dalam Triponcast, ia membenarkan jika memang pandemi ini memberikan dampak yang sangat signifikan.

Menurutnya, interaksi yang biasanya dilakukan secara tatap muka langsung di sekretariat organisasi, kini terpaksa kerja dari rumah dan harus beradaptasi dengan situasi, serta kegiatan yang mengharuskan bertemu dengan banyak orang dibatalkan.

Selain itu, kendala yang harus dihadapi selama pandemi ini ialah kekurangan jumlah reporter, dikarenakan banyak anggotanya yang pulang kampung.

Pengurus Masjid Mujahidin Pontianak Libatkan Dinas Peternakan Seleksi Hewan Kurban

REKOR 28 Tahun! Angka Imunisasi di Seluruh Dunia Bikin WHO dan UNICEF Cemas

“Tapi untuk, mensiasati itu kita juga bisa liputan via online.

Namun ada beberapa kendala, seperti narasumber petinggi kampus, tidak bisa ditemui secara online dan harus ketemu langsung ke ruangannya,” tambahnya menyikapi pandemi ini.

Kepala Divisi Perusahaan, yakni Anggela Juniati yang hadir dalam Triponcast juga mengisahkan jika divisi yang dikepalainya harus dapat survive, meskipun terdapat perubahan dalam cara kerja dan harus dapat menggunakan berbagai cara untuk dapat memasarkan produk.

“Sekarang wirausahanya beralih ke online dengan memasarkan produknya via whatsApp atau instagram,” jelas Anggela.

Sedangkan bagi Staff Penyiaran, yakni Eufemia Santi yang merasakan dampaknya langsung di lapangan, mengutarakan jika selama pandemi ini proses penyiaran agak sulit dilakukan karena memerlukan proses editing dan terkadang jika menggunakan handphone terkendala dengan koneksi.

“Teman-teman yang pulang kampung, terkadang sinyalnya kurang bagus.

Jadi paling bisa kita buat podcast saja.

Memang agak susah, karena alatnya juga ada di studio, yang bisa kita gunakan hanya hp, cuma masih susah karena koneksi biasanya,” tutur Eufemia.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved